UK Petra Promosikan UKM Dolly ‘Saiki Point’ di Kawasan Eks Lokalisasi - Araaita.com

Breaking News

Sunday, 24 December 2017

UK Petra Promosikan UKM Dolly ‘Saiki Point’ di Kawasan Eks Lokalisasi

Mahasiswi UK Petra saat tampil fashion Show. (doc. Faris/Arta)
Araaita.com - Kamis (21/12) sepanjang jalan Putat Jaya Gang Lebar ditutup lantaran ada pameran produk dan perhelatan Fashion Show promosi visual produk dari UKM Dolly Saiki Point dengan mengusung tema ‘Terima kasih Bunda Semangatmu adalah Inspirasi dan Motivasi Kami’.

Tak lupa siapa yang menaunginya selama ini, tema tersebut khusus dipersembahkan untuk Tri Rismaharini, Ibu Wali kota Surabaya yang telah mengelompokkan 14 UKM dampak eks lokalisasi jarak menjadi satu wadah di rumah pameran Dolly Saiki Point.

Bersama UK Petra, acara ini menjadi lebih meriah dengan adanya penampilan fashion show 7 orang model dari 14 rancangan busana yang di desain oleh Rizky Ramadityo. Mengusung konsep Zero Waste, Rizky berhasil merubah helaian batik produk dari salah satu UKM Dolly menjadi apik dan elegan.

“Jadi semua yang dipakai model tadi. Baik auter, celana, cardigan, syal itu tidak ada pemotongan kain. Juga tidak ada jahit menjahit. Ini dimaksudkan agar tidak ada limba kain nantinya,” ujar mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (Prodi DKV) semester 7 itu.

Atik pegiat UKM Mampu Jaya di bidang alas kaki mengaku inovasi dari mahasiswa UK Petra ini begitu membantunya dari sisi promosi. Menurutnya tindak lanjut hingga terselenggaranya pagelaran ini yang menjadi nilai plus tersendiri dari kerjasama UKM Dolly Saiki Point dengan UK Petra.

“Biasanya mahasiswa datang hanya untuk observasi, wawancara, foto. Ga ada tindak lanjutnya lagi. Yah dengan mahasiswa Petra ini, kami dari UKM yang ga ada dana besar mengajak bekerjasama,” jelas Atik yang juga menjadi ketua acara dalam pameran produk.

Menariknya, pagelaran ini merupakan buah dari tugas akhir Gracia Asterina yang diolah kembali untuk menyemarakkan pameran produk UKM Dolly. Pada mulanya, Dollymorphosa, nama karya Gracia, hanya berupa tampilan visual fashion fotografi saja, tetapi semua itu berkembang setelah idenya diolah kembali.

“Awalnya kan cuman visual fashion fotografi, kemudian ide dari tugas akhir saya ini dikembangkan dengan beberapa orang yang mendampingi, hingga jadilah fashion show dalam pameran ini,” tutur Gracia.

Saat ditanya kenapa memilih Dolly Saiki Point sebagai partner penyelesaian tugas akhirnya, wanita berambut agak pirang itu menuturkan, bahwa ia tertarik untuk mempromosikan produk UKM yang dinaungi pemerintah ini ke kancah yang lebih luas.

“Saya tertarik mempromosikan tiga UKM dari Rumah Batik Dolly ini pada masyarakat luar. Sebab sayang sekali, kualitasnya sangat baik akan tetapi promosinya kurang menarik. Saya memilih jalur promosi ke dalam tampilan visual fashion fotografi yang fresh dan fashionable dengan menyasar kalangan anak muda,” ungkapnya.

Selain itu gadis berambut panjang itu juga berharap, apa yang telah ia lakukan semoga dapat membuka mindset masyarakat agar berubah dalam memandang dolly. Karena khalayak harus tahu bahwa di dolly juga ada UKM kerajinan yang patut didukung perkembangannya.

“Selama ini kalau denger kata dolly pasti pikiran banyak orang selalu negative. Padahal disini ada UKM dengan kualitas produk yang sangat baik. Ini yang harus diselamatkan. Dolly sekarang sudah ga kayak dulu,” imbuhnya.

Dipilihnya sepanjang jalan Putat Jaya Gang Lebar sebagai lokasi pagelaran fashion show jelas bukan tanpa alasan. Sesuai pertimbangan, Gracia memilih memanfaatkan halaman dari Dolly Saiki Point agar masyarakat juga tahu dimana UKM Dolly ini berada.

“Halaman ini memang tempat paling pas untuk digunakan. Biar sekali promosi, masyarakat tidak hanya tahu kalau ada UKM di kawasan dolly, tetapi juga mengetahui lokasi pastinya,” terang Gracia.


Selama acara berlangsung senyum lebar selalu terlukis di wajah Gracia, gadis berkulit putih itu. Bagaimana tidak? Usahanya berbuah manis. Meski ibu Risma tidak bisa hadir, apresiasi tetap berdatangan dari beberapa kalangan. Selain Camat Sawahan, hadir pula Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Dinas Koperasi, Bank Mandiri juga Patata Surabaya. (dil)

No comments:

Post a Comment