Batarakala dan Jubah Putih - Araaita.com

Breaking News

Friday, 12 January 2018

Batarakala dan Jubah Putih

Muhammad Afis*
Tindak-tanduk yang berakar dari sebuah pemikiran-pemikiran  manusia yang ganas telah mencetak wujud mereka seperti Batarakala. Batarakala -sepengetahuan saya dari orang sepuh- ialah raksasa jahat yang dikisahkan di wewanyangan Jawa. Banyak versi cerita tentang Batarakala, namun yang paling populer adalah kisah ketika ia ingin merebut segala keindahan untuk menguasai lika-liku kehidupan.

Batarakala mempunyai prinsip yang licik. Ia suka berubah-ubah wujud demi menipu, merampas, dan menyakiti manusia lain. Awalnya ia akan memakai pakaian yang diminati masyarakat khalayak masa itu. Kebetulan pada masa dulu orang-orang yang dihormati adalah seorang raja atau bangsawan. Langsunglah ia menyamar menjadi seorang tokoh bangsawan itu. Ia berjalan-jalan ke pasar, ke kampung, ke tempat pemujaan untuk menghasut dan menebar kebencian. Ia membeberkan borok-borok kerajaan sehingga para rakyat murka. Ia menghasut rakyat bahwa tidak ada lagi orang kerajaan yang pantas memimpin. Lalu Batarkala-lah ditunjuk rakyat menjadi pemimpin mereka untuk melakukan kudeta. Kerajaan roboh dan kemenangan atas pimpinan Batarakala yang menyamar. Ia telah berkuasa dan menggugurkan dan membunuh siapa pun yang meruntuhkannya. Hanya berbasis topeng bangsawan dan hasutan dunia bumi digelapkan.

Beberapa dekade manusia semacam Batarkala ini muncul. Ketika dulu Batarakala harus berjalan-jalan ke pasar, kali ini manusia radikal cukup menghadap ke kamera dan memasang kelicikannya di dunia maya.  Cukup beberapa posting video saja sudah menjadi cangkul untuk mengeruk isi kepala. Ada yang seperempat, sepertiga, setengah bahkan seisi kepala pun dimonopoli. Tentunya Batarakala zaman now lebih keren daripada zaman old.

Namun berbeda Batarakala zaman dulu yang hanya ingin menguasai kehidupan bumi. Batarakala zaman now ingin menguasai semesta, seperti bumi, venus, matahari, laut, langit dan segala unsur alam semesta ini  harus menjadi pion dan tunduk padanya. Lalu, bisakah Batarakala zaman now atau manusia radikal itu menguasai seluruh alam semesta? dengan segala kesombongan dan kelicikan bagi mereka tentunya pasti menjawab IYA.

Kini mereka tengah membuat proyek untuk menguasai langit. Dunia langit yang tak terbatas dan terukur oleh siapapun kecuali Tuhan. Tuhan yang maha perkasa, sang penguasa jagad raya.  Dan tentunya mereka tidak akan sanggup menguasainya.

Hingga pada akhirnya manusia-manusia licik itu membuat dunia langit mereka sendiri. Ia menciptakan aturan, hukum, dan golongan-golongan manusia yang harus dimusnahkan, bahkan dengan liciknya menciptakan Tuhan versi mereka sendiri. Tuhan diserupakan seperti mereka; Tuhan yang harus dibela ketika dihina, men-sleding orang-orang yang menjelek-njelekan kitabNya. Membuat seolah-olah Tuhan sedang sakit yang membutuhkan perawatan dan perhatian dari mereka. Dengan cara sedemikian rupa dunia bumi dalam kekacauan. Manusia saling mencaci, menghina, bahkan menusuk pemikiran-pemikiran yang dianggap benar dalam porsi mereka sendiri. Tuhan asli hanya ketawa-tawa, dan mungkin saja akan terpingkal-pingkal melihat makhluknya yang ingin berteater tanpa naskah dari Tuhannya sendiri.

Dunia bumi boleh saja dikuasai, tetapi tidak dengan Dunia Langit. Karena manusia, sepandai apapun dia tidak akan melebihi Tuhan, sang penguasa jagad raya yang  samasekali tidak mungkin sakit. Untunglah  Batarakala hanya sebuah cerita fiktif. Bila tidak, barangkali saja ia sekarang sudah menyamar dengan memakai jubah putih dan berdiri mendongeng di depan masyarakat saat ini.


Oleh: Muhammad Afis
*Penulis adalah Mahasiswa Semester I Komunikasi dan Penyiaran Islam
UIN Sunan Ampel Surabaya

No comments:

Post a Comment