Kenalkan Seni Untuk Menyentuh Hati - Araaita.com

Breaking News

Tuesday, 23 January 2018

Kenalkan Seni Untuk Menyentuh Hati

Dok. Pipit Arta

Araaita.com - Surabaya, Kesenian merupakan bagian dari ekspresi keindahan. Bertempat di dalam hati yang mampu merasakannya. Sedangkan Sufistik atau Tasawuf adalah ilmu yang mempelajari tentang segala yang bertalian dengan hati. 

Maksud hati yang dipelajari pada ilmu tersebut membahas tentang keindahan dalam bermakrifat, mengenal Allah untuk mencapai suatu maqam dalam tasawuf. 

“Karena hati adalah  bagian ajaib dari dalam diri. Jika sudah tersentuh, maka jiwa dan raganya bergerak sendiri dalam kebaikan,” ujar Chandra Malik saat ditemui setelah mengisi acara malam Cintakustik 20 Januari 2018.

Sebelum Chandra Malik mengenal kesenian, ia lebih dulu mengenal dunia sufistik atau tasawuf. Allah itu Maha indah dan mencintai keindahan.

Jika hati sudah tersentuh tanpa perlu didakwahi maka, sesorang akan bisa instropeksi diri, entah itu kurang bersyukur, keras hati, selama ini belum mengenal diri sendiri. 

Lelaki yang biasa disapa dengan “Gus Chandra” meyakini jika sesorang berada di wilayah proses maka Allah yang menentukan hasil. Sedangkan jika seseorang di wilayah Dakwah maka Allah yang akan memberi hidayah. 

"Jadi, jika seseorang dikatakan  beriman itu bukan hasil jerih payahnya sendiri, melainkan mutlak dari Allah. Sebenarnya, pendekatan hati melalui kesenian yang diciptakan oleh Chandra Malik hanya sebatas memberikan suasana. Jika merasa hatinya tersentuh, sebenarnya diri sendirilah yang sedang menyentuhnya," lanjut Chandra.

Sementara itu, perbincangan mengenai tasawwuf cinta merupakan rangkaian acara yang di gelar dibeberapa kota. Di Surabaya, kegiatan yang mengusung tajuk 'Dawai-dawai Cintakuistik : Akustikan, Ngopi, Dialog, Curhat' digelar di warung mbah Cokro Surabaya.

Suasana warung yang dihiasi lampion yang bergantungan menyinari ruangan, serta dinding yang terbuat dari anyaman bambu, membuat peserta dialog semakin asyik mengikuti dialog tasawwuf cinta tersebut.

“Desain warung yang unik dengan suasana khas jawa. Luas, dan bebas membuat saya betah untuk melakukan bincang-bincang santai di sini ” ujar Fafan sebagai pengunjug sambil menikmati kopi hitam didepannya. (Pipit / Arta)

No comments:

Post a Comment