Lulusan Terbaik UINSA Dirikan Komunitas Bagi Peneliti - Araaita.com

Breaking News

Tuesday, 23 January 2018

Lulusan Terbaik UINSA Dirikan Komunitas Bagi Peneliti

Dok. jawapos.com
Araaita.com - Center for Research and Islamic Studies (CRIS) Foundation adalah komunitas yang lahir pada bulan November 2012. Mulanya adalah hanya ajang perkumpulan komunal pemuda-pemudi mahasiswa angkatan 2011-2012 Program Studi (prodi) Tafsir Hadis Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya.

Komunitas ini bergerak di bidang pengembangan dan pemberdayaan mahasiswa. Kegiatannya meliputi kajian lapangan dan kajian kepustakaan; pengkajian kitab-kitab kuning, pembedahan buku, pendidikan bermasyarakat, serta pelatihan-pelatihan akademis lainnya. 

Pendiri CRIS Foundation ini yaitu Muhammad Najih Arromadloni, lulusan Prodi Tafsir Hadis, FUF. Wisudawan terbaik untuk program sarjana (S1) UINSA Surabaya. Selain menjadi lulusan terbaik, ia juga adalah seorang hafidz al-Quran yang hafal 30 juz. Ia juga pernah menempuh setahun pendidikan di Syuriah.

"Najih pernah mengenyam satu tahun pendidikan di Damaskus, Syuriah," kata Rektor UINSA Prof Dr Abd. A'la MAg di sela mewisuda seperti dilansir merdeka.com.

Ketertarikan mahasiswa Prodi Tafsir Hadist ini dalam bidang penelitian, memotivasinya ‎untuk menggagas sebuah ide mendirikan CRIS Foundation. Kegiatan CRIS Foundation sendiri meliputi pola penelitian ‎seperti metodologi penelitian, praktik penelitian, dan publikasi penelitian.

CRIS Foundation saat ini telah berkembang menjadi komunitas yang profesional dan terstruktur. Terbukti dengan agenda rutinan yang diadakan setiap pekan, setiap bulan, dan setiap semester.

Selain itu, Najih, mahasiswa yang memperoleh IPK 3,77 saat menjadi lulusan terbaik ini juga pernah menjadi asisten peneliti beberapa dosennya saat awal memasuki bangku perkuliahan. Dari situ, timbul keinginannya untuk membentuk komunitas ‎yang berorientasi dalam bidang penelitian.

Hal dasar pendorong mahasiswa yang menuntaskan skripsinya di semester enam ini dalam mendirikan CRIS, yaitu ‎berangkat dari kegelisahannya kepada mahasiswa UINSA Surabaya.

“Mahasiswa kebanyakan hanya menerima ‎semua materi-materi penelitian, tetapi kurang berinovasi dalam melakukan penelitian yang visioner”, ungkap Najih.

Untuk sekarang, mahasiswa hafiz penghafal al-Qur’an 30 juz ini berperan sebagai Pelindung dan Pembimbing di komunitas yang ia dirikan itu. (Dede Rizqi Ramdani / Arta)

No comments:

Post a Comment