Melawan Hedonisme Melalui Nahwu-Shorof - Araaita.com

Breaking News

Monday, 22 January 2018

Melawan Hedonisme Melalui Nahwu-Shorof

Dok. Afis/Arta
Araaita.com - Lamongan, Jumat (19/01/18), Pondok Pesantren Tanwirul Qulub, tepatnya di Desa Sungelebak, Karanggeneng Lamongan, mengadakan olimpiade Nahwu- shorof sekabupaten Lamongan yang ke-12, dihadiri oleh 100 peserta dari 10 lembaga. Olimpiade ini menjadi agenda tahunan PPTQ dalam rangka mencetak bibit unggul kader-kader bangsa.

“Kami hanya ingin memberikan motivasi serta dan menggugah semangat belajar bahasa Arab bagi santri-santri yang besok akan menjadi pewaris negeri,” terang Syamsu Ni’am selaku pimpinan pondok pesantren saat sambutan pembukaan.

Di samping itu dengan alat bantu Nahwu-shorof PPTQ mengharapkan dapat menghilangkan budaya hedonisme duniawi.

“Kami ingin mencetak santri yang tidak melulu hanya mencari kesenangan melalui dunia dan materi,”sambungnya.

Dengan tema “Genggam Ilmu dengan Nahwu-Shorof” panitia penyelenggara ingin menciptakan pendidikan yang berbasis islami agar dapat menguasai problematika yang terjadi di masyrakat Indonesia bahkan dunia.

“Kami hanya ingin mengembangkan generasi yang mencintai ilmu melalui Nahwu-Shorof sehingga dapat berkembang di masyarakat sesuai ajaran Islam,” tegas Fatkhul Manan, selaku ketua pantita.

Dalam olimpiade ini dibagi menjadi dua tingkatan peserta, yakni  47 peserta tingkat Ula (SMP/MTs) dan 53 peserta tingkat Wustho (SMA/MA). 

Dibabak final, peserta harus membaca kitab kuning sekaligus menterjemahkannya. Untuk tingkat ula membaca kitab “Syafinatun Najah” sedang untuk tingkat wustho “Fatkhul Qarib”.

Di sesi ini adalah tantangan yang sulit bagi peserta, seperti apa yang diutarakan Chuzaimatus Sa’adah. Dia  harus memahami betul serta dapat menafsirkannya serta mampu menjawab dengan cermat tantangan pertanyaan dari masing-masing juri.

“Ya memang sangat sulit. Tapi alhamdulillah saya dapat melaluinya dengan lancar dan hasilnya seperti apa yang saya harapkan,” ujar salah satu peserta dari PP. Matholiul Anwar tersebut, sambil memegang piala juara 1 tingkat wustho. (Afis / Arta)

3 comments: