Memperbaiki Kota Pahlawan dari Kampung - Araaita.com

Breaking News

Saturday, 20 January 2018

Memperbaiki Kota Pahlawan dari Kampung



doc. istimewa

Araaita.com - Surabaya, Menjadi relawan untuk menyalurkan berbagai ilmu yang dimiliki kepada generasi Indonesia. Itulah sebagian wujud kepedulian komunitas Urban Care Community (UCC) terhadap kampung terpencil kota Pahlawan. Tepatnya di kampung Setren kali jagir kec, Wonokromo kota Surabaya. 


Kampung ini terletak di pinggiran sungai, kumuh dan kurang terawat. Dahulu,  kampung ini dijadikan perkumpulan para PSK sehingga membuat Pemerintah Kota Surabaya geram untuk segera menggusurnya.  


Berjalan setahun dalam mendidik adik-adik, komunitas masih mendapatkan banyak anggapan miring. Seperti,  apa  tujuan para relawan  tiba-tiba datang  memberikan pembelajaran kepada anak-anak. Juga  bukan berasal dari daerah mereka sendiri.

Relawan tetap dari UCC berjumlah sepuluh orang. Secara bergantian, untuk mengajak adik-adik bermain sambil belajar. Seperti cara benar membaca puisi, bermain angklung, tarian khas daerah, dsb. 

“jadi, mereka tidak merasa bosan belajar sambil mengenal budaya-budaya di Indonesia” ujar Lutfi salah satu relawan UCC. 
 
Meski para relawan telah mendapat banyak anggapan miring, Tak surutkan kesabaran dan keuletan untuk membangun kampung yang memiliki daya saing. Hingga pada akhirnya usaha tak menghianati hasil. 

Para orang tua mulai bisa menerima mereka dan bahkan menganjurkan agar para relawan mampu mengajari anak-anak mereka mengaji Al-quran. Agenda belajar mengaji tidak dilakukan kepada anak-anak saja. 

Orang tua yang berkeinginan bisa mengaji akan dibimbing oleh relawan sehingga mampu disalurkan kepada anak-anak. Para relawan mampu memberikan pemahaman kepada para adik-adik untuk tetap bisa menghargai perbedaan.  Terutama dalam beragama. 

“Dalam salah satu agenda, pembelajaran Asmaul Husna tetap diikuti oleh seluruh adik-adik. Meski diantara mereka ada yang non muslim” ujar Lutfi saat ditemui di depan rumahnya, daerah Wonocolo gg 8.


Semboyan bangsa, Bhinneka Tunggal Ika selalu mereka selipkan dalam pembelajaran. Agar mereka senantiasa mampu menghargai perbedaan.  Juga, Penanaman nilai-nilai moral telah ditetapkan menjadi sebagian misi komunitas UCC. (Pipit/arta)








No comments:

Post a Comment