Dari Dimarahi Dosen, Hingga Jadi Best Speaker Lomba Debat UII Law Fair 2018 - Araaita.com

Breaking News

Thursday, 22 March 2018

Dari Dimarahi Dosen, Hingga Jadi Best Speaker Lomba Debat UII Law Fair 2018



Doc. Istimewa

Araaita.com - Mahasiswa semester 8 asal Tulungagung Prodi Hukum Keluarga Fakultas Syari’ah dan Hukum, Victor Albadi’u Ratib berhasil menjadi Best Speaker dalam kontes debat di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. 

Serta tim yang bersamanya demikian juga meraih juara 1 dalam kontes debat hukum UII Law Fair 2018, sebagai perwakilan dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA). 

Semua itu, dapat ia raih lantaran berawal dari rasa senangnya dalam berdebat. Namun, dibalik rasa senangnya dalam berdebat terdapat kisah haru yang dialaminya.

Debat yang menjadi hobinya tersebut, sempat membuatnya tertekan. Demikian, dapat terjadi dikarenakan ia suka melemparkan pertanyaan kepada dosen-dosen saat di perkuliahan. 

Tapi, sifat aktifnya tersebut juga dapat berakibat buruk padanya. Hingga, ia sering dimarahi dosen karena pertanyaan-pertanyaanya yang terlalu kritis.

Namun, amarah dosen yang sempat menjadikannya tertekan itu, Justru membuahkan keberhasilan baginya hingga menjadi Best Speaker.

Kalau dalam lomba debat justru sifat kritis yang dicari. Oleh sebab itu, saya menikmati lomba itu, karena saya dapat menjadi diri sendiri,” ucapnya.

Baca Juga : Lima Anggota Polri Terciduk di Lima Tempat Hiburan Malam

Baginya menjadi Best Speaker tidak ada resep khusus. Ia menyampaikan, bahwa untuk menjadi Best Speaker cukup sampaikan materi dengan baik dan fokus dalam mengikuti alur perdebatan. Menurutnya menjadi Pembicara terbaik itu sangat bergantung pada penilaian juri.

Sebab, ada juri yang suka santun dan ada juga yang suka tegas dalam penyampainnya,” jelasnya.

Selain, menjadi Best Speaker. Ia juga pernah menjadi juara 1 dakwah tingkat fakultas yang diadakan oleh Ikatan Qori’ Qori’ah Mahasiswa (IQMA) UINSA. Tak disangka selain memiliki kemampuan dalam public speaking. 

Ternyata, mahasiswa asal Tulungagung ini juga memiliki kemampuan dalam bidang lain, yaitu tulis-menulis. Bermula karena dalam seleksi debat sering kali terdapat persyaratan, yang salah satunya adalah menulis artikel. Bahkan, dirinya juga sering masuk nominator lima besar dalam perlombaan menulis.

Selain debat, saya juga suka menulis. Terlebih lagi dalam menulis essay,” tutupnya. (Ning)

Baca Juga Warek 3 UINSA Tak Permasalahkan Mahasiswinya Bercadar 
                     Debut Pemain Anyar Teater SUA dalam Kudeta

No comments:

Post a Comment