Gelisah Kembar Buncing Dari Bali - Araaita.com

Breaking News

Thursday, 22 March 2018

Gelisah Kembar Buncing Dari Bali



Nama Kamila Andini bukan nama baru diliga perfilman Indonesia. Karya yang dihasilkannyapun patut dituggu dengan tidak sabar, dan saya yakin anda akan terpuaskan oleh permainan dari Kamila. Setelah dua karyanya (The Mirror Never Lies (2011) dan Sendiri Diana Sendiri (2015)) ditelurkan dan sempat mendapat beberapa nominasi dikancah perfilman, akhirnya film teranyar dari sutradara asal Jakarta ini lahir dengan sempurna. Disabda dengan judul “Sekala Niskala” atau juga dikenal dengan “The Seen And Unseen”, film ini rampung pada 2017 lalu.



Setelah selesai digarap, film ini langsung mendapatkan berbagai penghargaan bergengsi dilevel dunia. Salah satu yang paling membanggakan adalah, film ini merupakan film produksi asli Indonesia pertama yang berhasil menyabet penghargaan The Grand Prix pada kategori Generation Kplus International Jury di ajang Festival Film Berlinale ke-68 di Berlin, Jerman.

Berkisah tentang bagaimana menyikapi datangnya kematian dari kacamata anak — anak, film ini menceritakan Tantri yang gelisah karena menyadari adik kembar buncingnya, Tantra yang sedang sekarat karena memiliki tumor diotaknya, membuat Tantra perlahan kehilangan fungsi dari seluruh indranya.



Dalam mitos Bali, anak kembar buncing tidak dapat hidup bersama, dan salah satunya harus direlakan mati meskipun kembar buncing juga dipercaya sebagai simbol keseimbangan. Selama Tantra dirawat di rumah sakit,

Tantri selalu merasa sepi dan rindu terhadap adik kembarnya. Selayaknya kembar yang memiliki cara tersendiri untuk berkomunikasi, setiap malam Tantri berusaha untuk berkomunikasi dengan adiknya dengan cara menari dan bersenandung sekaan Tantra juga ikut dengannya. Disaat Tantri berkomunikasi degan adiknya itulah, ‘sesuatu yang tidak terlihat (Niskala)’ menemani Tantri menari melebur masuk ‘kealam lain’.



Difilm ini Kamila Andini sukses mengemas cerita yang apik dengan visual yang juga menampilakan eksotisme sisilain budaya Bali yang jarang diketahui oleh kita. Banyak sekali unsur semiotika yang disuguhkan difilm ini yang membuat saya bingung dalam menyusun setiap persamaan yang ada.

Setelah mencari informasi tentang film ini, ternyata selain berhasil menyabet penghargaan di Barlinale Film Festival, Sekala Niskala juga mendapat penghargaan pada nominasi di Festival Film Tempo 2017, Grand Prize di Tokyo FILMeX International Film Festival 2017, dan Best Youth Feature Film di Asia Pacific Screen Awards 2017. Saya jadi ikut merasa bangga.

Baru kali ini saya rela pergi jauh keluar kota hanya untuk menonton sebuah film. Tapi setelah menonton film ini, ongkos bensin, rasa lelah, biaya makan dan harga tiket yang saya habiskan di Malang rasanya sudah terbayar lunas dengan kekaguman saya akan salah satu film karya sutradara andalan Kamila Andini.

Kenapa saya harus jauh — jauh ke Malang? Karena di Surabaya teater yang tersedia sangat sedikit. Sayang sekali, film sebagus ini hanya dapat sedikit slot di bioskop kita. Semoga kita lebih bisa menghargai karya lebih dari materi dan lebih dari semua.

Bagi kamu penggemar film arthouse komidi Gambar karya Kamila ini menjadi salah satu film yang wajib kalian tonton sebelum kalian mati. Percayalah.


Tanggal Rilis : 8 Maret 2018 (Indonesia)
Sutradara      : Kamila Andini
Skenario        : Kamila Andini
Musik Digubah Oleh           : Yasuhiro Morinaga
Pemeran        : Inda Bagus Putu Radithya Mahijasena, Ni Kadek Thaly Titi Kasih
Produser        : Kamila Andini, Ifa Isfansyah, Gita Fara
Durasi                    : 1J 26 M
Presesnsi      : Muhammad Hilmi Ananta

No comments:

Post a Comment