Kampoeng Dongkidone Kenalkan Kampung dengan Sampah - Araaita.com

Breaking News

Tuesday, 6 March 2018

Kampoeng Dongkidone Kenalkan Kampung dengan Sampah

Dok. Anna
Araaita.com - Kampoeng Dongkidone, sebuah kampung pengolah berbagai kerajinan Surabaya Pusat yang terletak di Jalan Kedondong Kidul Gg 1 RT 10 RW 06 Kelurahan Tegalsari Surabaya. Ketika berkunjung ataupun hendak melewati kampung ini, bisa dilihat dari arah pintu masuk kampung terdapat gapura unik beserta rangkaian kerajinan di sekeliling pertapakan jalan.

Dari pintu gapura, cobalah untuk masuk menyusuri kampung. Sambil mencermati rumah dikiri dan kanan, hiasan jalan, kita akan melihat beberapa kerajinan cantik seperti lampion, pot, gantungan gambar, atau mungkin hiasan rumah dan jalan lainnya. Sekilas hiasan tersebut terkesan baru. Namun tak disangka, pelbagai kerajinan tersebut ternyata hasil dari olahan daur ulang sampah.

Sampai saat ini, Kampoeng Dongkidone yang tercatat pernah menjuarai lomba Surabaya Green and Clean kategori kampung pemula terbaik ini, masih memproduksi kerajinan-kerajinan sebagai upaya untuk mengenalkan dan memajukan kampung lewat kerajinan-kerajinan dari daur ulang sampah.

Banyak pelbagai jenis sampah yang telah digunakan kampung ini untuk di daur ulang dari botol, gelas plastik, kaset bekas, sachet kemasan dan lain sebagainya. Dan salah satu yang akan digarap ibu-ibu dan karang taruna untuk dijadikan kerajinan cantik selanjutnya adalah dari mulut gelas plastik.

"Kita sekarang sedang proses membuat daur ulang dari mulut gelas plastik, nanti hasilnya bisa berupa jadi vas bunga, tempat tisu, bahkan tas," kata Machmuda, Ketua RT 10 RW 06 Kelurahan Tegalsari Surabaya saat ditemui sedang mendampingi pelatihan kerajinan dari mulut gelas plastik tersebut, Minggu siang (04/02).

Salah seorang anggota karang taruna yang mengikuti proses pembuatan kerajinan pun mengaku senang mendapati pelatihan kerajinan seperti ini. Karena selain dapat mengolah kreatifivitas, ia juga menambah wawasan tentang enterpreneurship.

"Seru sih senang, bisa melatih keterampilan kita. Nyatanya, sampah sehari-hari yang tadinya dengan sepele kita buang, ternyata masih bisa dimanfaatkan dan bisa menghasilkan pula ketika di jual," ungkap Anna.

Kedepan, Machmuda berharap kegiatan-kegiatan daur ulang seperti ini bisa terus dikembangkan, sehingga hasilnya bisa digunakan untuk membantu ekonomi warga Kampoeng Dongkidone ini sendiri. (Ann)

No comments:

Post a Comment