Sertifikat Ditarif, Wadek I FDK Ngamuk - Araaita.com

Breaking News

Monday, 12 March 2018

Sertifikat Ditarif, Wadek I FDK Ngamuk

 
Dok. Ayuk/Arta
Araaita.com - Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UINSA baru saja menggelar seminar internasional bertema 'Dakwah Islam dan Tadir Geopolitik Timur Tengah' (12/3) dengan mendatangkan pembicara dari Universitas Kaftaru Damaskus, Suriah Prof. Syarif Adnan al-Shawaf, bersama Prof. Ali Aziz sebagai Guru Besar UINSA.

Seminar yang pesertanya membludak tersebut sempat geger saat Dekan dan Wadek I FDK mendatangi stand pendaftaran, tampak Wadek I Fakultas Dakwah tersebut memarahi panitia yang saat itu sedang mendata para peserta.

Setelah ditelusuri, kemarahan Wadek I FDK disebabkan karena adanya  pembayaran sebesar 10 ribu bagi peserta yang ingin mendapatkan serifikat sedangkan acara sendiri diadakan secara gratis.

"Bayar berapa? ini Fakultas Dakwah yang mengadakan, semua ini adalah perintah , saya gak mau tau. Kalian bisa pindah, biar diganti panitia yang asli," semprot Imas Maesaroh, Wadek I FDK kepada panitia yang hanya bisa terdiam.

Sedangkan Dekan FDK, Roro Suhartini mengatakan jika fakultas bisa dilaporkan ke KPK jika ada pembayaran secara ilegal.

Baca Juga : Tak Terduga, Ini Kata Panitia Seminar Internasional 
                     Seminar Internasional di Amphiteater UINSA Kecewakan Mahasiswa

"Kita bisa dilaporkan kalau gini, ini gratis, semua biaya di tanggung FDK," celotehnya.

Pihak panitia sendiri baru menjelaskan mengenai pembayaran biaya sertifikat hanya dikenakan kepada peserta diluar Fakultas Dakwah, sedangakan mahasiwa Fakultas Dakwah yang terlanjur membayar, akan ada pengembalian uang, dan sertifikat bisa diambil di Fakultas.

"Untuk mahasiswa dakwah bisa ngambil sertifikat di fakultas, untuk Dakwah gratis sedangkan Fakultas lain tetap bayar, nanti saya konfirmasi lagi," ungkap Nurul Hikamtul Ula.

Mahasiswa Prodi Al-Qur'an dan Tafsir tersebut juga menambahkan jika kejadian ini disebabkan karena miss komunikasi dari pihak panitia dengan pihak penyelenggara.

"Karena ini kerjasamanya dari tiga instansi, jadi ada pembagian tugas yang sama. Tadi pagi ada salah satu panitia dari salah satu pihak yang belum tahu kerjasamanya kita, jadi tadi ada miss komunikasi," tuturnya.

Terkait perolehan sertifikat yang berbeda antara peserta dari Fakultas Dakwah dan Fakultas lain, panitia masih akan mengkonfirmasi ulang dan menunggu untuk bertemu dengan pihak instansi untuk membicarakan hal tersebut. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi dari pihak panitia. (Ayuk)

No comments:

Post a Comment