Kaya Belum Tentu Tak Peduli - Araaita.com

Breaking News

Sunday, 22 April 2018

Kaya Belum Tentu Tak Peduli


Judul Film       : Stip & Pencil
Produser          :
Manoj Punjabi
Sutradara         :
Ardy Octaviand
Penulis             :
Joko AnwarErnest PrakasaBeno Raja Gukguk
Pemeran          :
Ernest PrakasaTatjana SaphiraIndah PermatasariArdit Erwandha
Tayang            : 19 April 2017
Durasi              : 99 menit
Genre              : Drama, Komedi


Bagi beberapa orang yang mungkin berada di garis kemiskinan, sekolah mungkin bukanlah hal yang penting. Tak sedikit orang tua yang mungkin beranggapan bahwa sekolah hanya membuang buang uang dan waktu, sehingga lebih baik waktunya di pakai untuk mencari uang, apapun caranya entah itu dengan mengamen, berjualan, atau mungkin meminta minta agar bisa menghasilkan lebih banyak uang. Padahal, tanpa mereka sadari, anak-anak mereka berhak untuk hidup lebih layak. Dan pendidikan adalah salah satu jalan keluar bagi mereka untuk hidup lebih layak. Bagaimana mungkin mereka bisa hidup layak, jika membaca dan menulis saja tidak bisa? 

Ketika menelisik lebih dalam tentang problematika ini pastilah akan menggugah kita untuk ikut merasa geregetan, setidaknya rasa empati pastilah terbesit dalam diri kita. Seperti itulah kiranya yang diinginkan oleh sutradara dalam film ini untuk menggiring opini penontonnya. Film yang awalnya saya kira hanya komedi biasa yang tak memiliki pesan apapun, ternyata mampu merubah mindset saya. Pandangan saya. Walaupun tetap unsur komedi dalam film ini sangat kental, begitu juga pesan yang disampaikan. 

Toni (Ernest Prakasa), Aghi (Ardit Erwandha), Bubu (Tatjana Saphira), dan Saras (Indah Permatasari) adalah anak anak orang kaya yang dimusuhi anak anak di SMU sekolahnya, karena selalu merasa sok jago dan songong. Padahal mereka sendiri menganggap orang-orang di sekolah lah yang justru bersikap aneh dan memusuhi mereka, sehingga mereka seolah terisolasi dari pergaulan di sekolah dan menguatkan satu sama lain. 

Singkatnya mereka ber-empat ingin membuktikan bahwa tidak semua anak orang kaya selalu buruk. Mereka ingin diperhatikan dan bisa leluasa berteman dengan siapapun tanpa harus di-bully dan diasingkan. Akhirnya mereka sepakat untuk ikut lomba dan menulis essay dengan tema pendidikan untuk anak jalanan. Tak hanya menulis, mereka pun berkeinginan untuk mewujudkannya dengan membangun sekolah darurat disalah satu kampung yang ada di Jakarta.  

Rintangan sudah siap menanti perjalanan mereka, mulai dari perizininan, pandangan masyarakat sekitar, anak-anak yang lebih memilih mencari uang daripada bersekolah, dan masih banyak konflik dimunculkan dalam film ini. Tetap dengan unsur komedi yang apik dimainkan oleh pemerannya. Karena memang kebanyakan dari pemeran film ini adalah seorang komika atau komedian yang sudah tidak diragukan lagi kemampuannya.Walaupun dalam pelaksanaannya banyak halangan dari berbagai unsur, namun akhirnya mereka dapat menghidupkan sekolah anak jalanan terlebih mereka juga mendapat kepercayaan dan bantuan dari teman-temannya di sekolah. 

Film ini sangat recomended buat kalian penggemar genre komedi, terlebih pesan yang disampaikan juga dapat menambah wawasan kita tentang kehidupan jalanan ibu kota. Marilah sejenak menjadi penikmat film yang bukan hanya menikmati filmnya saja tapi dapat menangkap isi pesan yang disampaikan. Banyak film komedi di Indonesia namun tak banyak yang menapilkan sisi kehidupan sosial, termasuk film Stip & Pencil, jangan sampai kelewatan menikmati alur cerita menarik didalamnya.

Oleh : Dimas Ayu
Mahasiswi Komunikasi dan Penyiaran Islam

No comments:

Post a Comment