Ajak Cinta Tanah Air Lahir Batin Melalui Suluk Matan 1 di Sidoarjo - Araaita.com

Breaking News

Sunday, 6 May 2018

Ajak Cinta Tanah Air Lahir Batin Melalui Suluk Matan 1 di Sidoarjo


doc. istimewa

Araaita.com, SIDOARJO – sekitar 20 orang yang terdiri dari mahasiswa dan anggota dari PC IPNU Sidoarjo telah mengikuti serangkaian acara Suluk Matan (Sultan, red) 1 Sidoarjo pada Sabtu (5/5) pagi hingga malam hari, bertempat di Pondok Pesantren Hikmatul Huda Kauman, Kedungcangkring, Jabon, Sidoarjo.

Sultan 1 Sidoarjo yang mengusung tema “Thoriqoh dan Aswaja Sebagai Pondasi Arah Gerak dalam Beragama, Bermasyarakat dan Berbangsa” tersebut diselenggarakan sebagai langkah awal untuk memantapkan intelektual yang spiritual dan cinta tanah air lahir batin, yakni melalui pengamalan leadership, kebangsaan, aswaja dan thoriqoh yang diajarkan pada materi materi acara Sultan 1 tersebut.

Sekretaris PW MATAN Jawa Timur, Ahmad Miftahul Haq, yang berkesempatan menjadi narasumber  pada Sultan 1 itu menyampaikan, bahwa acara ini juga diselenggarakan sebagai langkah awal mempelajari perspektif keilmuwan bagaimana menata dhahir dan batin untuk kemajuan bangsa dan negara nantinya.

“Sebagai pengamal thoriqoh, santri yang muhibbin 'orang-orang yang sangat mencintai dan merindukan sosok makhluk ciptaan-Nya yang paling mulia, Rasulullah SAW' dan siswa yang mempelajari tentang kemahaan dalam MATAN ini, mempelajari tentang sisi dhahir dan batin untuk kemajuan bangsanya,” tuturnya.

Pada kesempatan itu juga, M. Sirojul Chakim Syafi’i, ketua PC MATAN Sidoarjo masa bakhti 2018-2020 juga menambahkan, bahwa Sultan 1 ini tak lain juga diselenggarakan untuk mengenalkan dan mengkader calon-calon pengurus Mahasiswa Ahlith Thoriqoh Al-mutabaroh An-Nahdliyyah (MATAN, red) pada masa bakhtinya.

“Ini merupakan motede pengkaderan MATAN,” ujar lelaki lulusan UIN Maulana Malik Ibrahim tahun 2018 tersebut.

Salah seorang peserta yang mengikuti prosesi acara Sultan 1 dari awal hingga akhir ini, mengaku mulai mengerti adanya ruang kosong dalam batiniah yang harus dipenuhi, bukan hanya soal hard skill dan soft skill saja yang dikenal pada kuliah maupun organisasi biasanya, namun spiritual pun juga sangat diperlukan.

“Jadi nggak hanya kita akademis dan aktivis, tapi kita harus agamis. Ketiga itu harus seimbang,” aku mahasiswa Universitas Sunan Giri Sidoarjo bernama Jamal, asal Bangkalan tesebut.

Ada juga Andre, salah satu mahasiswa program studi Pendidikan Agama Islam, UIN Sunan Ampel Surabaya, mengatakan bahwa setelah mengikuti serangkaian acara Sultan 1 ini, ia  berkeinginan untuk lebih memperdalam ilmu tasawuf, guna mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Minimal, nantinya dalam kehidupan saya itu terhindar dari keburukan-keburukan atau dalam perbuatan kita sehari hari gitu ya,” ujarnya.

Terkait peran MATAN, bahwa peran MATAN dalam kehidupan kampus tidak lain untuk menangkis banyaknya mahasiswa yang terjebak pada lingkaran rasionalisme, pragmatisme, dan hedonisme yang disebabkan oleh kurangnya keseimbangan intelektual dan spiritualnya.

Hal ini senada dengan Ahmad Miftahul Haq, bahwa ia mengatakan ada fenomena pada sebagian mahasiswa sekarang, yang jika diteliti hanya menjalani kewajiban dan belajar tentang perintah dan larangan saja, seperti halnya, hanya belajar pada perintah shalat dan larangannya, bukan pada bagaimana khusyu’ dalam shalat itu sendiri. Jadi menurutnya harus seimbang antara intelektual dan spiritual mahasiswa tersebut.

“MATAN muncul, karena banyak sekali mahasiswa yang masih ada kekosongan pada dirinya,” ungkapnya.

Selain Ahmad Miftahul Haq, Chakim, ketua PC MATAN Sidoarjo pun berkomentar bahwa dalam MATAN akan belajar tentang ilmu thoriqot yang merupakan bagian dari khazanah Islam yang perlu untuk diketahui dan diamalkan oleh mahasiswa.

“Kemudian menjadi salah satu cara untuk mahasiswa itu beragama dengan benar, kemudian juga mampu menjalankan perannya secara proporsional,” ujarnya.

Chakim juga mengatakan bahwa kedepan, Sultan 1 Sidoarjo ini masih berlanjut hingga Sultan 2 dan 3.

“Suluk MATAN 1 ini, ada sampai Suluk 3 nantinya,” ungkapnya saat diwawancarai wartawan araaita.com di halaman PP. Hikmatul Huda (5/5) malam hari tersebut. (Bim)

No comments:

Post a Comment