Selamatkan Negeri dengan Diet Plastik - Araaita.com

Breaking News

Sunday, 13 May 2018

Selamatkan Negeri dengan Diet Plastik

Dok. Istimewa


Plastik adalah bahan yang mempunyai kemampuan untuk dibuat ke berbagai bentuk jika terpapar panas dan tekanan. Plastik dapat berbentuk batangan, lembaran, atau blok. Bila dalam bentuk produk dapat berupa botol, pembungkus makanan, pipa, peralatan makan, dan lain-lain. Kini, plastik memiliki peranan penting dalam kehidupan sehari-hari mulai membungkus makanan, minum dengan botol kemasan, membawa kantong plastik untuk membungkus barang dan masih banyak lagi.

Namun dibalik kepraktisannya, plastik merupakan bahan yang sangat membahayakan bagi kehidupan sekitar. Bagi lingkungan, sampah plastik yang terbawa arus laut dapat mencemari ekosistem laut dan menimbulkan kematian pada hewan-hewan laut. Sedangkan jika sampah plastik tertimbun di tanah, maka sampah plastik yang mengandung racun partikel plastik dapat membunuh hewan pengurai seperti halnya cacing yang berakibat menurunkan tingkat kesuburan tanah. Bahkan, sampah yang menumpuk di sungai dapat menimbulkan pendangkalan dan penyumbatan aliran sungai menyebabkan banjir.

Bukan hanya bagi lingkungan, plastik juga berpengaruh pada kesehatan manusia. Contohnya asap pembakaran limbah plastik dapat memicu penyakit kanker, gangguan pernapasan, gangguan sistem saraf, serta hepatitis. Selain itu, jika kita menggunakan kemasan plastik dalam makanan dan minuman terus menerus maka akan memberi efek negatif pada kekebalan tubuh dan regulasi hormon yang secara tidak langsung mempengaruhi kesuburan sehingga rentan terkena penyakit kanker, kemandulan, kerusakan genetik, kesalahan kromosom, keguguran, dan cacat lahir.

Mirisnya, melalui data kementrian pekerjaan umum serta perumahan rakyat Republik Indonesia, produksi sampah plastik di Indonesia menduduki perigkat kedua di dunia dengan sampah domestik 5,4 juta ton pertahunnya. Sedangkan plastik adalah suatu bahan yang sulit diurai diperkirakan sekitar 500 hingga 1000 tahun plastik baru bisa diurai.

Bila dibandingkan antara penggunaan plastik yang terus menerus terhadap waktu yang dibutuhkan untuk terurai tentu sudah dapat dibayangkan bagaimana dampak penumpukan limbah plastik pada lingkungan. Tidakkah jika kita membuat kerusakan maka termasuk orang yang mempersekutukan Allah.

Hal ini sesuai dengan firmannya dalam Q.S Ar-Rum ayat 41-42 yang artinya artinya.  “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (kejalan yang benar). Katakanlah (Muhammad), Bepergianlah di bumi lalu lihatlah bagaimana kesudahan orang orang dahulu. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah).”

Padahal, kita sebagai manusia sudah diamanahkan olehNya untuk menjaga dan melestarikan lingkungan. Agar lingkungan dapat terjaga maka ada beberapa upaya yang dapat kita lakukan yaitu menanggulanginya dengan berbagai hal. Jika di Jepang dikenal dengan istilah Furoshiki yang merupakan teknik membungkus dan membawa barang dengan menggunakan sehelai kain persegi. Jika orang jawa mengenalnya dengan nama Boenthelan dan Boenthelan ini dapat digunakan untuk membungkus barang seperti buku, kotak, botol, dan sebagainya. Selain itu, kita juga dapat menyiasati dengan membawa tempat sendiri dan menolak kresek plastik ketika penjual akan membungkus barang yang kita beli.

Selanjutnya upaya yang dapat kita lakukan yaitu kemanapun membawa tumbler minuman dan kotak makan yang ramah lingkungan. Sehingga ketika kita kehausan atau ingin membeli sesuatu maka dapat menggunakan wadah yang sudah dibawa. Bukan hanya itu, ketika kita sudah terlanjur membeli suatu bahan yang berbahan plastik maka dapat menggunakannya sebagai kerajinan misalnya vas bunga, tempat pensil, hiasan dinding dan lain lain. 

Oleh : Arifah Syarofina

Mahasiswi Komunikasi dan Penyiaran Islam


No comments:

Post a Comment