Berkah Menghafal Ayat Tuhan - Araaita.com

Breaking News

Tuesday, 5 June 2018

Berkah Menghafal Ayat Tuhan

Dok. Istimewa
Laki-laki berkacamata itu melantunkan ayat suci al-Qur'an dengan tenang dan lembut, lantunan suara merdunya membuat hati terenyuh. Dengan suara khasnya itu, al-Qur'an pun pernah digemakan sampai Istana Negara.

Kala itu mantan presiden Republik Indonesia tahun2014, Susilo Bambang Yudoyono, menjadi pendengar setia setiap ayat-ayat yang keluar dari mulutnya. Bahkan imam besar Masjidil Haram dan imam besar Masjid Nabawi juga sempat menjadi penikmat lantunan kemerduannya.

Adalah M. Khusni Mubarok, laki-laki kelahiran 1990 yang akrab disapa Husni. Sejak kecil ia mengenal al-Qur’an dari orang terdekatnya sendiri, bahkan ia mengaku bahwa guru pertamanya adalah sang Ayah. Meski dulu sang ayah mengajarinya dengan cara yang keras, namun raut wajah Khusni menyimpan rasa rindu mendalam setelah kepergiannya dua tahun yang lalu.

“Saya ingat betul, meskipun beliau yg punya MTQ  sendiri. Tapi tidak pernah membedakan saya, bahkan saya pernah dicambuk,” tuturnya sambil menghela nafas.

Dengan latar belakang keluarga yang kental dengan agama, lelaki kelahiran Sidoarjo itu memang semula tertarik untuk belajar lebih dalam lagi tentang al-Qur’an.

Di masa kecilnya, ia  sudah mengikuti banyak lomba dan mengantongi banyak prestasi dengan menjuarai lomba MTQ, bermula dari tingkat kabupaten hingga tingkat nasional. Bukan hanya itu, ia juga tergabung dalam sebuah grup shalawat atau yang dikenal dengan "Shawunggaling" sekitar tahun 2000 lalu. 

Setelah beberapa prestasi yang ia dapatkan, Khusni tak berhenti disitu. Tahun 2003 ia memutuskan untuk lebih mendalami lmu agama di PONPES Al-mahsyuriyah, Lirboyo, Kediri.

Setelah 10 tahun menikmati kehidupan penjara suci, berawal kekaguman kepada salah satu teman di pondoknya, lelaki satu anak itu mulai menghafalkan al-Qur’an. Pikirnya ketika ia sudah hafal al-Qur’an, ia bisa mendapatkan beasiswa kuliah di Al-Azhar Kairo.

Khusni sempat melakukan beberapa tes untuk bisa kuliah disana, namun keinginan tersebut dibatalkan oleh pemerintah karena pada saat itu ada banyak konflik di Mesir.

“Akhirnya Allah mengirimkan saya ke Wonocolo, UIN Sunan Ampel,” ujar pria yang kini tercatat sebagai mahasiswa Pascasarjana di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya.

Prestasinya tak diragukan lagi, jika disebutkan satu-persatu tidak akan habis-habis. Salah satu lomba yang ia juarai ialah juara 1 MTQ Jatim JAMQUR, Juara 1 MTQ Jatim tahun 2002, Juara 1 MHQ-H Pangeran Abdul Aziz 2014, hingga juara di Asia Tenggara dan Pasifik.

Lelaki 28 tahun itu bercerita sambil tersenyum, ia bahagia sekali bisa berangkat menunuaikan ibadah haji secara gratis, karena memenangkan lomba tingkat ASEAN 2014 lalu. Terlepas dari itu, Khusni juga sempat mengalami kesulitan saat mengahafal al-Qur’an.

Selama menghafal, ia pernah hilang hafalannya sebanyak lima juz akibat lama tidak muraja’ah. 

Khusni sempat mengalami kesulitan itu, ia tak mau generasi penghafal al-Qur’an merasakan sama sepertinya. Khusni kembali mengatakan dengan serius,  para Tahfidz harus terus belajar sebagai proses dalam mengemban amanah yang harus dipertanggung jawabkan di hadapan Tuhan. 

Al-Qur’an semakin membumi di Indonesia sehingga mencetak generasi-generasi yang cinta  al-Qur’an. "Kunci menghafal itu usaha, ketekunan, dan konsisten. Menghafal adalah proses seumur hidup,” pungkasnya. (Sofi/arta)

No comments:

Post a Comment