Impian Seorang Traveller - Araaita.com

Breaking News

Tuesday, 5 June 2018

Impian Seorang Traveller

Dok. Internet
Aku adalah Dinda, perempuan yang baru masuk di perkuliahan yang sangat kuidam-idamkan selama bertahun-tahun. Dibalut dengan hijab dan kacamata putih sebagai penyempurna busana muslimah nan anggun pada semester awalku kali ini. Travelling dan menulis adalah hobby yang sangat kusukai.

Bandung, sekarang menunjukan pukul 4.30 AM. Sudah bangun dan harus bersiap siap untuk pergi. Ini nih yang membuat males kalo harus berangkat dengan penerbangan pagi, jam 6 harus sudah stand by di airport, itu pun belum termasuk pengecekan tiket, passport, bagasi dan boarding pass. Jadi minimal jam setengah enam harus udah ada di bandara, dengan itung-itungan seperti itu berarti mau engga mau diwajibkan bangun pagi seperti hari ini, tapi untungnya engga terlalu banyak bawa barang; satu koper besar, kamera, dan tas kecil buat dibawa kemana-mana dirasa sudah cukup semalem jadi engga perlu repot repot.
Liburan musim panas baru saja dimulai. Sebenernya kalo disini sih engga ada liburan musim panas. Musim panas yang jatuh di bulan Juni dan Juli biasanya dipake untuk liburan semester. Ya anggap itu juga termasuk liburan musim panas hanya saja beda konteks. Temen-temen yang lain pasti menghabiskan waktu liburannya pulang kampung, atau hiking ke Gunung Bromo. Biasanya sih seperti itu, maklum masih semester awal – mereka berpikir harus nikmati hidup seenak-enaknya sebelum masuk kuliah nanti. Berbeda dari mereka, aku sih malah study tour sendirian, mengelilingi negara di seluruh dunia alias travelling. Salah satunya sekarang aku mengunjungi di Istanbul, Turki buat ngisi liburan ini – lumayan nambah-nambah pengalaman, pengetahuan dan koleksi stiker di salah satu buku daftar travelling buat kenang-kenangan. Tiba-tiba Ayah yang selalu mendukungku travelling selalu ribet dengan anaknya yang mau berangkat.

Engga ada yang ketinggalan?” tanya Ayah.

Engga semuanya sudah beres” jawabku.

“Tiket? Paspor? Visa?”

“Sudah yah.. Udah Dinda masukin semua ke dalam tas” jawabku memotong omongan Ayah.

“Hmm hati-hati disana jangan teledor” sambung Ayah

“Siap bos” jawabku akrab pada Ayah yang selalu mendukungku untuk mengelilingi Negara di seluruh dunia ini.

Ayah adalah seseorang yang selalu mendukungku dalam segala hal selagi yang aku lakukan itu kegiatan positif, Ayahku mengajarkan jangan jadi wanita yang pendiam dan nggak mau cari pengalaman dalam bidang apapun. Dan kebetulan juga travelling kali ini sudah ke-3 kalinya untuk bahan menulisku di blog. Maklumlah Ayah juga tahu kalau aku suka nulis segala hasil travelling ku di blog dan alhasil banyak sekali yang lihat tulisanku. Mulai dari penggemar rahasia yang selalu meninggalkan komenannya di setiap aku post tulisan contohnya sih seperti “wah kak, bagus sekali tulisannya sangat menginspirasi interesting banget” ini adalah salah satu alasanku juga untuk menulis di blog, selain untuk menginspirasi semua orang dan menulis adalah salah satu hobiku.

Udah siap kan Din? Ayo berangkat. Nanti telat” ajak Ayah.

“Oke yah siap..” jawabku

Kepergian ku kali ini dianter sama Ayah saja. Jalan di jalanan Bandung sepagi ini ada untungnya juga, terhindar dari kata macet. Sebenernya engga cuma Bandung aja sih yang sering macet, di daerah-daerah lain pasti macet cuma ya memang pada jam-jam tertentu aja kayak berangkat dan pulang saat jam kerja.

Bandara belum seramai kalau siang, banyak calon penumpang dengan koper-kopernya dan trolley-trolleynya yang berbaris antri memasuki pintu keberangkatan.

Udah engga ada yang ketinggalan kan?” tanya Ayah lagi.

Udah yah..” jawabku sembari senyum bahagia pada Ayah.

“Ih Ayah dari  tadi nanyanya itu mulu macam anaknya baru pertama kali aja berangkatnya” cibirku.

“Iya lah nanti kalau ada yang ketinggalan kan repot, emang bisa balik lagi apa?” saut Ayah.

Udah udah yah.. Tenang aja” sautku.

Berpamitan dengan Ayah, rasanya engga mau lepas pelukan sama Ayah yang selalu serta merta menemaniku kemana aja.
....
Mau tahu kelanjutannya? Tetep pantengin terus ya..


Oleh: Nur Farida
Wartawan Newnews dan Mahasiswa KPI Semester 2 UIN Sunan Ampel Surabaya

No comments:

Post a Comment