Manusia; Antara Logika Atau Cinta - Araaita.com

Breaking News

Sunday, 3 June 2018

Manusia; Antara Logika Atau Cinta

Dok. Istimewa
Judul Buku : Sang Pujaan
Penulis : Kahlil Gibran
Tahun Terbit : 2003
Penerbit : TUGU
Bahasa : Indonesia
Jumlah Halaman : 148 halaman

Buku ini merupakan karya Kahlil Gibran yang berisi kumpulan cerpen-cerpennya. Isi cerpen dari buku ini meliputi Sang Pujaan, Dirundung Sunyi, Ditelan Nestapa, Harga Sejarah sebuah Bangsa, Hewan-hewan, Iblis-iblis, Jagad Raya dan Isinya, Kecantikan yang Luar Biasa, Narasi, Demi Kesucian Sejati, Pesona Jiwa, Tangis dan Tawa, dan Terhina karena Dunia. Buku ini menceritakan tentang cinta pada setiap kehidupan manusia.

Kahlil Gibran menulis beberapa kasus tentang cinta dalam buku sang pujaan tersebut. Kahlil Gibran juga menjelaskan cinta dari sisi rasa tanpa mengedepankan logika.

Rasa cinta yang dijelaskan oleh Kahlil Gibran dalam buku sang pujaan ini memiliki makna filosofis yang dalam namun, Kahlil Gibran tidak melulu membahas cinta tetapi juga kehidupan manusia. Pasalnya, cinta merupakan bagian yang tidak bisa terlepas dengan cinta. Tidak hanya itu, Kahlil Gibran menulis kisah percintaan dengan segala masalah dan kebahagiaan yang terjadi.

Dalam buku sang pujaan ini, Kahlil Gibran dapat membius pembacanya lewat kata-kata yang indah. Seperti pada kalimat tiap kecantikan dan keagungan di dunia ini diciptakan oleh satu ide atau perasaan seorang manusia. Apapun yang kita saksikan saat ini dibuat oleh generasi yang lalu.

Ia berasal dari ide yang ada di pikiran seorang laki-laki atau luapan perasaan dari hati seorang perempuan, dan contoh kalimat indahnya yang lain, orang-orang tidak akan percaya dengan cerita kita karena mereka tidak tahu bahwa cinta adalah satu-satunya bunga yang tumbuh dan semerbak tanpa mempedulikan musim, kecuali bulan nisan yang mempertemukan kita untuk pertama kalinya dan waktu yang menahan kita dalam kesucian-kesucian hidup.

Bukankah tangan tuhan mendekatkan jiwa kita sebelum kita lahir dan membuat penjara-penjara bagi masing-masing sepanjang siang dan malam? Kehidupan seorang manusia tidak dimulai dari Rahim dan tidak diakhiri dengan kuburan; cakrawala yang dengan penuh cahaya bulan dan bintang-bintang tidak akan ditinggalkan oleh jiwa-jiwa cinta dan ruh-ruh intuitif, dan masih banyak lagi.

Bagi orang-orang yang suka memandang cinta dari segi rasa atau istilah lain baperan, buku ini sangat cocok dibaca. Hal ini dikarenakan banyak kata-kata romantis nan puitis yang menyerap hati sang pecinta fiksi cerpen. Tak hanya itu, kisah-kisah kehidupan manusia yang dikemas Kahlil Gibran dengan apik membuat buku sang pujaan patut untuk dibaca semua kalangan terutama pengagum sastra.

Sayangnya, buku sang pujaan ini lebih sering menggunakan majas dalam penulisannya, sehingga orang-orang awam yang tidak menyukai sastra akan merasa bingung dalam memahami isinya, namun tetap saja dalam dunia fiksi penulis adalah Tuhan. Buku ini juga cocok bagi pecinta filsafat.

Namun, lebih baik jika buku ini perlu adanya penjabaran antara pandangan cinta dalam logika. Hal ini diperlukan agar pembaca juga memahami cinta dari sudut pandang logika. 

Resentator : Ismatun Nazza
Editor : Ayu Kamalia K.N.

No comments:

Post a Comment