Dekan baru, Inovasi Fakultas Dakwah dengan Kaidah Ushul Fiqih - Araaita.com

Breaking News

Tuesday, 17 July 2018

Dekan baru, Inovasi Fakultas Dakwah dengan Kaidah Ushul Fiqih

Dok. Arta/Anna
Araaita.com - Selepas pengukuhan rektor baru UIN Sunan Ampel Surabaya, Masdar Hilmy (6/6). Terhitung dua bulan setelah pengukuhan, struktur birokrasi kampus harus segera terpenuhi. Termasuk jajaran birokrasi di dalamnya, seperti rektorat dan dekanat harus segera terbentuk. 

Seperti halnya Fakultas Dakwah dan Komunikasi yang hari ini (16/7) melangsungkan prosesi serah terima jabatan dekan dari Rr. Suhartini kepada dekan baru Abd. Halim, di Ruang Rapat Fakultas Dakwah dan Komunikasi. 

Tiga hal yang menjadi prinsip dekan baru, Halim yang termaktub dalam kaidah ushul fiqh untuk Fakultas Dakwah dan Komunikasi yakni membangun dan merawat apapun nilai-nilai yang baik, serta berinovasi. 

"Kita pertahankan itu. Kreasi dan inovasi pun tetap ada dengan syarat harus ditingkatkan menjadi lebih baik," katanya.

Tidak hanya tiga hal prinsip saja. Halim juga memiliki tiga misi yang nantinya akan diperbaiki dan dikembangkan pada periode masa jabatannya. Pertama, kualitas. Ia berupaya untuk meningkatkan kualitas Fakultas Dakwah dan Komunikasi dari sisi akreditasi. 

"Upaya awal untuk kualitas dengan akreditasi. Secara kualitatif, akreditasi harus dinaikkan. Tentu ini bukan sehari dua hari," ucapnya.

Kedua, keunggulan. Ia ingin membangun keunggulan, kompetensi dan keilmuan Fakultas Dakwah dan Komunikasi yang berdasar prinsip Islam dan loyalitas. Pembeda, ingin dibangunnya untuk menunjukkan iconic dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi ini. 

"Islam itu eksplorasi ayat, hadits, karya ulama klasik, dan lain sebagainya. Harus ada strategi, apapun kita dakwahkan. Sisi lokalitas, mulai warnai dengan research baru dari skripsi yang tidak melulu satu warna," tambahnya. 

Terakhir, jejaring. Ia ingin membangun networking dengan berbagai elemen lembaga yang mulai diajak untuk bekerjasama sebagai bentuk relasi. 

"Karena kita tidak bisa membuka lapangan kerja, maka kita ingin membuat jejaring dengan siapa saja. Mulai dari pilar kampus, pesantren, pemerintah maupun alumni," imbuhnya lagi.  

Satu hal lagi yang menjadi akhir pembicaraannya, Halim ingin memberi warna lain kepada fakultasnya yang ia sebut sebagai suluk kebangsaan. Rencananya yakni memanfaatkan media untuk membuat konten kreator khas pesantren yang nantinya dikontekstualkan melalui media sosial, seperti Youtube. 

"Ini juga lokalitas, pesan Islam tetap masuk dengan bantuan media," pungkasnya. (Ann/Han)

No comments:

Post a Comment