AKSI DEMONSTRASI: Pembahasan Dibalik Ngopi Bersama Masdar Hilmy - Araaita.com

Breaking News

Friday, 31 August 2018

AKSI DEMONSTRASI: Pembahasan Dibalik Ngopi Bersama Masdar Hilmy


Doc. Istimewa

Araaita.com - Pembatasan keterlibatan mahasiswa dalam Pengenalan Budaya Kampus dan Kemahasiswaan (PBAK) yang menuai demonstrasi, berujung audiensi. Rabu pagi (29/8/2018), setelah adanya aksi demonstrasi di gedung Twin Tower UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, rektor UINSA, Masdar Hilmy, mengajak beberapa mahasiswa untuk ngopi bersama di Wisma Bahagia.



Terlihat DEMA dan SEMA-U, serta beberapa mahasiswa turut mengikuti ajakan ngopi bersama rektor baru tersebut.



Iya ngopi biasa-biasa saja. Ngopi santai, lirih Kholili, koor lapangan aksi.



Ahmad salah satu mahasiswa yang juga ikut ngopi bersama tersebut juga mengatakan hal sama, hanya bersifat ngopi-ngopi biasa. Namun, ternyata dibalik ngopi santai itu terdapat beberapa pembahasan mengenai mahasiswa.



Pembahasan mengenai pengangkatan DEMA dan SEMAU, ungkap mahasiswa semester 7 tersebut.



Masdar Hilmy, menyampaikan bahwa ngopi bersama tersebut tidak ada pembahasan apa-apa. Hanya saja, ia mencoba mengatasi permasalahan yang diwarisi oleh kepemimpinan sebelumnya, yakni Abdul Ala mengenai pemilihan DEMA dan SEMA-U lantaran tidak sesuainya dengan ketentuan Surat Keputusan (SK) Dirjen point pertama Syarat dan Ketentuan Cara Pemilihan point kedua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA). Kejadian tersebut berdampak pada tidak adanya penurunan SK DEMA dan SEMA-U sejak pemilihan umum bulan April lalu.



Rektor UINSA akhirnya mengambil keputusan dengan melakukan langkah penyelamat terhadap permasalahan yang telah terjadi. Dengan meredam perselisihan yang ada agar tetap kondusif, maka rektorat akan menurunkan SK namun hanya berlaku untuk empat bulan saja. Dan rencananya akan diadakan pemilihan umum ulang.



Kita harus move on. DEMA dan SEMA-U dapat bekerja sesuai fungsinya dan rektorat pun demikian. Pun nantinya akan ada pemilihan ulang dengan syarat dan tata cara pemilihan yang sesuai dengan aturan Direktur Jenderal Pendidikan Islam, sambungnya.



Tutupnya, dalam perbincangan ngopi bersama terdapat pembahasan mengenai unsur-unsur kepanitiaan Pengenalan Budaya Kampus dan Kemahasiswaan (PBAK). Terlebih pembahasan mengenai kebijakan prosentase keterlibatan mahasiswa yang ditetapkan oleh rektorat, namun ternyata



Saya awalnya masih berfikiran positif bahwa teman-teman sudah ada perwakilan dari kalangan mahasiswa. Tapi ternyata tidak, imbuhnya.



Kembali ia mengatakan bahwa pada saat siang hari itu dari kalangan mahasiswa yang ikut serta ngopi bersama menyatakan bila kalangan tersebut berbeda dengan aksi protes terkait minimnya keterlibatan mahasiswa.



Loh lalu kalian ini kelompok apa? Kami kelompok DEMA dan SEMA. Tentu kalian ini tidak bisa terlibat dalam PBAK karena tidak ada legalitasnya, tutupnya.(Ning)

No comments:

Post a Comment