Tampil Beda, Teatrikal Terorisme Ala Menwa Warnai PBAK UINSA - Araaita.com

Breaking News

Wednesday, 29 August 2018

Tampil Beda, Teatrikal Terorisme Ala Menwa Warnai PBAK UINSA

Doc. Arta
Araaita.com - Ada nuansa berbeda pada penampilan UKM Resimen Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya saat awal pembukaan Pengenalan Budaya Kampus dan Kemahasiswaan (PBAK), Selasa (28/8).

Setelah sebelumnya menampilkan bongkar pasang senjata pada PKK-MB tahun lalu, kini UKM Resimen Mahasiswa menampilkan sesuatu yang baru, sebuah teatrikal drama patroli keamanan (patkam).

Patkam ini mengambil tema mengenai bahaya terorisme. Cerita bermula dari adanya tiga teroris yang menyandera seorang warga. Penyanderaan tersebut sampai di telinga tim patkam, yang kemudian dari markas koramil mengirimkan satu buah tim yang beranggotakan lima orang pasukan yang terdiri dari komandan patroli, pasukan bantuan, pasukan penyerbu dan dua pasukan keamanan.

Terdapat tiga formasi juga yang ditampilkan UKM Resimen Mahasiswa dalam durasi sepuluh menit tersebut, yakni terdiri dari formasi berbanjar, model formasi dan juga formasi paruh lembing yang menjadi tanda selesainya diadakan operasi. 

Wakil Kepala Sub Urusan Keamanan, Guntur Adi Putra selaku pengonsep tema dan ide patkam, memang sengaja ingin menampilkan demonstrasi senjata tersebut. Disamping untuk merealisasikan pelatihan-pelatihan yang sudah didapat, juga mengkorelasikan tema dengan isu terhangat yang terjadi di Surabaya akhir-akhir ini, yakni bahaya terorisme.

"Berhubung sekarang lagi hits isu teroris, oleh karena itu saya mengambil tema tersebut. Karena saya rasa ini sangat tepat, agar maba (mahasiswa baru, red) ini tahu bahaya teroris seperti apa. Dan mengajarkan kepada mereka cinta tanah air. Seperti di akhir penampilan kita serukan semboyan NKRI, harga mati!," seru mahasiswa semester lima itu. 

Guntur juga menuturkan bahwa penampilan patkam tersebut memberikan pesan bahwa bahaya teroris ini mengancam dan tidak boleh ditanggapi sebelah mata. 

"Jadi memang tidak hanya hoax mengenai isu terorisme. Kita sebagai komponen cadangan juga harus siap sedia, apalagi kita sudah dibekali ilmu bela diri taekwondo dan kemampuan menembak," tambah mahasiswa Fakultas Psikologi dan Kesehatan itu. 

Bangganya, dari penampilan patkam, anggota latsar ke-70 yang kerap disapa Guntur ini sangat mengapresiasi kerja keras dan semangat latihan kepada latsar ke-71, yakni angkatan 2017 atas antusiasmenya dalam berlatih.

"Sangat bangga. Mereka sangat antusias dan semangat selama latihan. Itu yang paling menonjol buat saya dan patut untuk diacungi jempol," pungkasnya dengan bangga. (Ann)

No comments:

Post a Comment