Lukisan dari Buah Tangan Otodidak - Araaita.com

Breaking News

Saturday, 20 October 2018

Lukisan dari Buah Tangan Otodidak

Dok. Arta/Rurun
Araaita.com – Tatanan lukisan tertata rapi memenuhi Jatim Internasional Expo (JX) yang berada di Jalan Ahmad Yani Surabaya pada selasa (16/10) lantunan musik menggema di seantero JX, tepat di panggung tampak seorang penyanyi melantunkan lagunya dengan semangat.

Pasar seni lukis Indonesia yang menghadirkan 200 pelukis menjadi ajang kemeriahan 73 tahun ulang tahun Jawa Timur.

Nampak dari sebuah stand seorang lelaki paruhbaya yang sudah berumur 61 tahun sedang duduk menyelesaikan lukisannya, disisi lain lukisan Al-Qur’an yang terlihat hampir jatuh dan sobek terpampang rapi menjadi lukisan yang paling menonjol di stand  tersebut.

Hasil otodidak yang dihasilkan dari tangan ajaibnya dapat membuat lukisan yang seakan nyata. Semua berawal dari hoby menggambarnya sejak kecil.

“Memulai dunia melukis sejak 2001, suka menggambarnya sudah sejak kecil,” celetuk lelaki yang kerap disapa Le’ Mujar.

Dirinya tak pernah mengenyam pendidikan di perguruan tinggi, ataupun sekedar mendapatkan teori melukis, semua diawali dengan mencoba hingga meghasilkan karya sampai saat ini.

“Saya tidak sampai kuliah, cuma di pesantren Malang tiga tahun,” ungkap lelaki asli Malang tersebut.

Lelaki tiga anak tersebut mengawali semuanya dengan ringan tangan teman-temannya, membeli bahan cat hingga alat melukis lainnya, tak hanya itu kecintaan pada melukis dia torehkan saat sering mendatangi pameran.

“Awalnya ya sering datang ke pameran-pameran, lalu terinspirasi dari lukisannya dan akhirnya mencoba, eh banyak yang suka banyak yang beli, makanya dikembangkan,” ceritanya.

Salah satu karya yang banyak dilihat di standnya adalah lukisan tiga dimensi kitab suci agama Islam, Al-Qur’an yang mempunyai tujuan dan maksut tertentu.

“Lukisan itu dibuat untuk mengingatkan kita sebagai umat muslim yang punya petunjuk dan harus berpegangan pada petunjuk itu, yaitu Al-Qur’an. Untuk Al-Qur’an yang sobek itu sengaja saya buat agar menjadi pengingat bagi kita bahwa Al-Qur’an itu untuk dibaca bukan hanya ditaruh di lemari,” ujar lelaki berkopyah putih tersebut.

Karyanya memadukan tiga dimensi dan kaligrafi Surah Yasin yang tergambar di lukisan tersebut, bakat menulis arabnya selama di pesantren juga dituangkan dalam lukisan bertema kitab suci yang lahir dari hasil otodidaknya selama 20 tahun berkarir di dunia melukis. (Run)

No comments:

Post a Comment