Mengulik Kembali Makna dari Sosok Pahlawan Bangsa - Araaita.com

Breaking News

Saturday, 10 November 2018

Mengulik Kembali Makna dari Sosok Pahlawan Bangsa

Dok.google


Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pahlawan adalah orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran.

Mereka yang merasakan penderitaan dan pengorbanan bangsa dan masyarakatnya karena dia sendiri juga berada dalam kondisi yang sedemikian rupa. Bukan hanya simpati atau perhatian saja, melainkan juga empati kemanusiaan yang besar sehingga peka pada penderitaan masyarakatnya. Maka dari itu selama ini kita sering memahaminya dalam konteks yang lebih bersifat resmi, misalnya dengan merayakan Hari Pahlawan setiap tanggal 10 November.

Umumnya, kita hanya sekedar melakukan upacara, tanpa pemaknaan yang lebih menyeluruh dan mendalam, apalagi Hari Pahlawan itu dijadikan sebagai momentum untuk melakukan perubahan nyata yang lebih signifikan terhadap kondisi masyarakat. Bukankah kita juga mengenal masyarakat dengan sebutan 3T (Terdalam, Tertinggal, Terluar) yang masih sangat perlu ditingkatkan taraf hidupmya.

Sebenarnya peringatan Hari Pahlawan tak cukup sekedar memasang bendera tiang penuh dan mengikuti upacara yang sudah dipersiapkan. Tetapi juga harus bisa memaknai arti perjuangan dari pahlawan sedari dulu.

Pahlawan itu siapa?

Secara sempit, pahlawan sering diidentikkan dengan orang yang berjasa melepaskan bangsa dari serangan penjajah dahulu kala. Karena itu tidak heran jika banyak dari pahlawan di Indonesia dipilih karena jasa-jasa mereka dengan mempertahankan tanah bumi pertiwi dari kekejaman kaum penjajah, seperti di zaman penjajahan Portugis, Belanda, Jepang, dan seterusnya.

Sejenak kita melihat pada UU Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan menjelaskan bahwa Pahlawan Nasional adalah gelar yang diberikan kepada warga negara Indonesia atau seseorang yang berjuang melawan penjajahan di wilayah yang sekarang menjadi wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang gugur atau meninggal dunia demi membela bangsa dan negara, atau yang semasa hidupnya melakukan tindakan kepahlawanan atau menghasilkan prestasi dan karya yang luar biasa bagi pembangunan dan kemajuan bangsa dan negara Republik Indonesia.

Kunci utamanya adalah “mari berjuang melawan penjajah”. Penjajahan dalam hal ini sebaiknya dimaknai secara luas. Dengan demikian, pengertian pahlawan sejati bukan terbatas pada mereka yang berjuang memerdekakan bangsa dari penjajahan. Melainkan penjajahan dalam arti meluas mencakup semua upaya pembodohan, kemiskinan dan hak-hak asasi manusia.

Oleh karena itu, seorang pahlawan tidak selalu muncul dari kalangan atas, apalagi mereka yang mempunyai kedudukan tinggi. Pahlawan bahkan banyak muncul dari kalangan orang-orang biasa yang hidup di tengah-tengah masyarakat. Sehingga mereka mengerti dan memahami lebih mengenai kesulitan dan penderitaan masyarakat secara nyata. Pahlawan selalu muncul dari orang-orang yang tidak ingin melihat kondisi bangsanya terpuruk, terjajah dan terbelakang dari berbagai hal.

Salah satu contoh yang paling umum dan banyak di sekitar kita adalah seorang guru, sosok pahlawan yang sangat berjasa dari pijakan kaki sampai ke toga terpasang rapi.

Sehingga jasa dari seorang pahlawan sangatlah berarti, salah satunya dalam tonggak kependidikan di Indonesia. Karena apa? Seorang pahlawan tidak akan mengungkit jasanya demi memerdekakan masyarakat yang berkualitas.

Presiden Soekarno pernah berkata bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak pernah lupa akan jasa para pahlawannya. Maka dari itu, jangan pernah kalian melupakan sejarah sosok pahlawan terdahulu. (Dia/Dim)

Oleh: Nur Farida


*penulis merupakan mahasiswa
Komunikasi dan Penyiaran Islam
 semester III UIN Sunan Ampel Surabaya

No comments:

Post a Comment