Tak Cukup Hanya Mimpi, Tuk Bersinar Seperti Mentari - Araaita.com

Breaking News

Sunday, 4 November 2018

Tak Cukup Hanya Mimpi, Tuk Bersinar Seperti Mentari


Dok. Arta/Dia

Judul Buku: Matahari Mata Hati
Penulis: Dian Nafi
Tahun Terbit: 2015
Penerbit: Metamind (PT Tiga Serangkai)
Cetakan: I, 2015
Tebal: vi, 298 hlm.; 21 cm
Peresensi: Nur Farida

Dian Nafi adalah seorang pecinta purnama, dan penikmat hujan. Lulusan Arsitektur Undip, pengelola PAUD, komunitas Hasfriend, dan pimred DeMagz ini sehari-hari merupakan mentor di Kampus Fiksi. Dian Nafi juga terpilih sebagai pemenang Favorit LMCR ROHTO2011 dan 2013. Ia juga merupakan penulis terpilih WS Kepenulisan PBA dan KPK 2011, penulis terpilih WS Cerpen Kompas 2012. (sumber: grasindo.id)

Hadirnya karya Dian Nafi ini merupakan suatu upaya untuk membuka mata hati dan batin kita agar menyadari atas segala pengalaman yang dialami oleh kita dalam menelusuri setapak kehidupan sehari-hari. Karena tidak semua orang sadar jika tidak mendapat tuntutan dan inspirasi. Melalui kisah-kisah sendu nan memikat segala bentuk kerisauan yang disajikan di dalam buku ini, pembaca akan diajak untuk berintrospeksi diri dalam menjalani hidup ini, lebih-lebih dalam mewujudkan mimpi besarnya.

Mewujudkan mimpi atau tepatnya wacana “fikiran fana” ini menjadikan segala mimpi dan rencana besar harus disertai dengan kerja keras dan bermunajat kepada Sang pemilik alam. Selain itu, harus sabar dalam menghadapi masyarakat yang kontra dengan tanggapan kita, baik ada yang mencaci, mengkritik, dan memusuhi. Itulah tantangannya. Jika kita tetap sabar dan bekerja keras untuk mewujudkannya, dengan kuasa Allah, segala mimpi kemungkinan besar akan menemukan solusi dan jalan keluar hingga berhasil menjadikan kenyataan.

Sebuah ketabahan dan kesabaran menjadi kunci utama dalam menghadapi segala macam bentuk badai perjalanan hidup. Memang sangat sulit untuk membuka kunci sabar, tapi jika dipupuk dengan segala macam motivasi dan sinergi, besar kemungkinan rasa sabar dan tabah mampu kita miliki. Sebenarnya, kunci sabar berada dalam cara kita berpikir atau menanggapi sesuatu, jika kita berpikir negatif maka sulit untuk sabar. Namun, sebaliknya jika kita bisa berpikir positif kesabaran yang akan menjadi buah hasilnya.

Mewujudkan sebuah mimpi bukan ditentukan oleh status, baik kita keturunan orang miskin, kiai besar, orang kaya, presiden, dan orang yang berpendidikan sekalipun. Mewujudkan sebuah mimpi tetap kembali pada kesanggupan diri kita dalam berusaha. Segala macam keinginan, mimpi, dan cita-cita hanya mampu diwujudkan dengan usaha keras, berdo’a dan sabar. Bakat pun tidak menjadi jika tidak dibarengi dengan usaha keras. Banyak orang sukses dari latar belakang yang miskin dan orang bodoh, meraka hanya bermodal kerja keras, do’a, dan sabar dalam mewujudkan mimpi-mimpinya.

Selain itu mungkin bukan hal yang asing lagi bagi kita. Mewujudkan mimpi, selain memang harus bekerja keras, berdo’a, dan sabar untuk mencapainya, kita juga diajari agar memperbanyak relasi dan pengalaman. Dari banyaknya relasi yang kita miliki, kita bisa banyak berkaca pada diri untuk mendapatkan berbagai motivasi, strategi, dan inovasi dari mereka. Sementara, dari kegagalan kita bisa belajar introspeksi diri, mencari solusi, dan hingga bisa mandiri dalam mengatur segala macam persiapan dan perencanaan di masa selanjutnya.

Alur hiruk-pikuk perjalanan hidupnya dikemas melalu cerita dan tokoh fiktif ini jika dicermati seakan-akan benar terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Namun, kadang karena angkuh segala macam pelajaran dan inspirasi, motivasi, dan evaluasi diri mudah diabaikan oleh kita semua. Hal ini perlu kita sadari sejak awal. Membaca kisah-kisah dalam ulasan peristiwa di dalam karya ini akan membangkitkan diri kita dari tidur nyenyak di pagi buta untuk mewujudkan mimpi yang kita alami.

Segala sesuatu membutuhkan mental yang kuat, ulet dalam menajalani, sabar, do’a, dan kerja keras yang menjadi kunci utama, ridho orang tua pun juga berpengaruh besar dalam mewujudkan cita-cita. Tidak lupa juga relasi serta pengalaman yang kita hadapi sebelumnya.

Sebuah semangat baru, Dian Nafi berhasil mengemas kisah tentang hiruk-pikuk remaja perempuan dalam menggapai mimpinya agar bisa kuliah sesuai dengan passion-nya meski memiliki biaya yang terbatas. Sebuah perjuangan, kerja keras, dan kesabaran yang dilakukan oleh Ami, Sikha, dan Mayana mampu membawanya hingga mimpi besarnya terwujud. Segala macam bentuk mimpi jika ingin diwujudkan harus disertai dengan kerja keras, kesabaran, keuletan, relasi/kenalan, dan pengalaman.

Sayangnya penulis menggunakan gaya bahasa yang santai biasa tidak bermajas sehingga membuat pembaca merasa bosan dan kesan di tiap katanya kurang menarik. Struktur bukunya pun tidak lengkap, tidak adanya kata pengatar dan biografi penulis. Jadi buku bacaan ini sangat cocok untuk pembaca yang sedang mencari motivasi-motivasi dalam kehidupannya.

No comments:

Post a Comment