Venom: Anti-Hero or Journalist? - Araaita.com

Breaking News

Friday, 9 November 2018

Venom: Anti-Hero or Journalist?

Dok.google

Judul          : Venom
Sutradara    : Ruben Fleischer
Pemain     : Tom Hardy, Riz Ahmed, dan Michelle Williams
Rilis            : 4 Oktober 2018
Durasi         : 90 menit
Genre          : Action, komedi
Oleh              : Sofiatul Hasanah


Film ini menceritakan sebuah perusahaan bernama “Life Foundation”  yang dipimpin oleh Carlton Drake (Riz Ahmed) dan memiliki  symbiote alien. Symbiote adalah sejenis makhluk hidup berupa lumpur yang diambil dari luar angkasa dan bersimbiosis dengan makhluk lain. Perusahaan itu meneliti dengan menggabungkan manusia dan symbiote. 

Hal tersebut dicurigai oleh seorang jurnalis ternama Eddi Brock, ia dipanggil oleh atasannya yang meminta Eddi untuk mewawancarai Carlton seputar perusahaan miliknya. Sehari sebelum itu, Eddi mendapati isi laptop pacarnya Annie, berisi dokumen kematian dari perusahaan penelitian tersebut. Annie sendiri bekerja pada perusahaan yang bekerja untuk Carlton Drake.  

Dari sinilah Eddi mengatakan pada Carlton “Kejayaanmu dibangun diatas banyak mayat." Kerena pernyataan tersebut, Eddi kehilangan pekerjaan dan kekasihnya. Ia ditinggalkan Annie karena konflik dirinya dengan Carlto,  menyebabkan Annie kehilangan pekerjaannya. 

Kondisi Eddi sangat berantakan, suatu hari ia ditemui salah satu dokter yang bekerja di perusahaan Life Foundation. Dr. Dora Skrith menemui Eddi, ia mengatakan fakta yang terjadi di perusahaan itu dan meminta bantuan untuk mengungkapkan kejahatan Carlton. Awalnya Eddi tidak tertarik dengan masalah itu, menurutnya ia kehilangan karier dan hubungannya karena masalah tersebut. Namun pada akhirnya ia menelpon Dr. Skrith untuk membicarakan permasalahan itu.

Eddi dan Dr. Skrith berhasil masuk di lab perusahaan milik Carlton tanpa dicurigai oleh siapapun, Dr. Skrith menceritakan perihal sampel yang diambil oleh Carlton dari luar angkasa. Carlton percaya bahwa penggabungan sampel dan manusia akan membantu kelangsungan hidup manusia di bumi. Tapi sejauh ini Carlton sudah banyak memakan korban karena penelitian ini.

Keberadaan Eddi disitu menimbulkan masalah bagi dirinya sendiri. Ia melihat Maria, pengemis sekaligus teman yang Eddi temui setiap hari di jalan, ia menjadi tawanan Carlton. Maria berada di dalam lab tersebut dengan keadaan symbiote berada dalam tubuhnya, ia berteriak memanggil Eddi meminta tolong untuk membebaskannya. Eddi langsung memecahkan kaca lab tersebut tanpa pengawasan Dr.Skrith, seketika itu Maria menggigit Eddi dan symbiote itu berpindah ke tubuhnya.

Hal-hal aneh terjadi pada diri Eddi diluar dari kemampuannya, ia mampu lolos dari penjaga lab Life Foundation yang sangat banyak jumlahnya. Sedangkan Carlton sendiri mencari symbiote yang hilang dari tubuh Maria. Ia mengetahui bahwa Dr.Skrith lah yang menjadi dalang dari insiden itu. Disitu Dr.Skrith dipaksa mengaku bersama siapakah ia pada kejadian tersebut.

Dr.Skrith mengaku bersama Eddi  ia mengumpulkan beberapa bukti. Hal itu membuat Carlton marah dan menyuruh anak buahnya menangkap Eddi, namun hal itu tidak mungkin karena symbiote yang masuk pada tubuh Eddi menjadikan ia sebagai “Venom” dan menjadi tak terkalahkan. Keberadaan Venom dalam tubuhnya membuat ia dilema antara melepaskannya dan tidak, ia kerap kali memakan orang saat ia menjadi Venom. Namun dengan Venom juga ia berhasil membunuh Carlton dan symbiote yang ada dalam tubuh Carlton.

Untuk orang yang baru pertama kali nonton film ini, pasti bertanya-tanya apa sih Venom itu? sebelumnya Venom sudah pernah disinggung di film Spiderman-3. Karakternya jauh dari kesan Superhero, ia berada di tengah antara karakter baik dan jahat, di film ini Venom dibuat lebih manusiawi. Namun ketika kejadian satu berpindah pada kejadian yang lain terkesan terburu-buru, mungkin sedikit membingungkan dan pasti ingin mengulangnya untuk memahami kembali film ini. 

Tapi film ini bagus sekali untuk kalian para pecinta film action. Disamping itu Venom juga menawarkan aksi humor. Tom Hardy sukses membawakan karakter Venom dengan aksi kocak dan ritme yang penuh menegangkan, percakapan Eddi dan Venom di dalam tubuhnya sendiri seringkali mengundang tawa.

No comments:

Post a Comment