Bersama Luntas, Robert Bayoned kemas Ludruk Modern - Araaita.com

Breaking News

Saturday, 1 December 2018

Bersama Luntas, Robert Bayoned kemas Ludruk Modern

Dok.Arta/Afis

Araaita.com - Pudarnya Seni Ludruk di kalangan anak muda menjadi keresahan tersendiri bagi para pegiat seni Ludruk. Seperti halnya Robert Bayoned. Ia melihat anak muda sekarang mudah jenuh dengan pementasan Ludruk Konvensional.

Dari hal itulah, Robert kemudian menjadi perintis komunitas Luntas (Ludrukan Nom-noman Tjap Arek Soeroboio) sebagai wahana hiburan bagi kalangan anak muda, khususnya Surabaya.

 “Luntas ini adalah salah satu produk kita, bagaimana mengemas Ludruk Konvensional menjadi Ludruk Modern agar diminati anak muda,” paparnya saat ditemui crew Araaita.com pada acara “BEGANDRINK (Rembukan Bareng)” di  Warung  Mbah Cokro, Kamis (29/11).

Robert sendiri memberikan nafas baru bagi kesenian Ludruk. Hampir 3 tahun,  Ia arahkan Luntas agar dapat disaksikan semua lapisan masyarakat, bukan hanya pada lampisan masyarakat bawah.

“Ketika masuk hotel, kami sajikan humor yang cerdas. Di kampung, kita sajikan dengan tradisional. Jadi bagi Luntas, Ludruk ini bukan hanya untuk kalangan bawah, tapi untuk semua lini masyarakat,” tutur pria yang sudah menggandrungi seni Ludruk sejak SMP itu.

Robert Bayoned beserta anggota Luntas dan Komedian Jawa Timur.

Selain pementasan, Robert Bayoned juga mengembangkan seni Ludruk kepada masyarakat, seperti membuat kelompok-kelompok ludruk di kampung Surabaya, bahkan di sekolah. Ia menginginkan agar seni Ludruk juga dimiliki sebagai kesenian Jawa Timur, bukan hanya sebagai pementasan yang sekedar untuk dinikmati.

“Sejauh ini kita sudah membina  tigakarang taruna. Bahkan satu program ekskul di SMK Dr. Soetomo,” imbuhnya.

Robert sendiri membawa harapan besar kepada comedian di Jawa Timur, khususnya seniman muda. Ia mengharapkan kesenian Ludruk Jawa Timur tidak tenggelam oleh budaya modernisasi dan tak berhenti berkarya karena hanya faktor biaya panggung pementasan.

“Kita membuat ‘Panggung Rakyat’ ini (di mbah Cokro) agar dipakai semua seniman secara gratis. Harapan terbesar kita, komedi Jawa Timur kembali seperti dulu, bisa melahirkan komedian Nasional,” pungkas calon ketua PaSKI (Persatuan Seniman Komedi Indonesia) itu. (Sip/Dim) 

No comments:

Post a Comment