Mahasiswi Terpaksa Putus Kuliah, UKT UINSA Mahal - Araaita.com

Breaking News

Monday, 28 January 2019

Mahasiswi Terpaksa Putus Kuliah, UKT UINSA Mahal

Ilustrasi.Google

Araaita.com - Uang Kuliah Tunggal (UKT) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) kini tak hanya mendapat penolakan dari sebagian mahasiswa UINSA. Bahkan, juga mengakibatkan kegelisahan terhadap beberapa mahasiswa dan salah satunya mahasiswi Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) prodi Bimbingan Konseling Islam (BKI), bernama Fahriza Femenia yang kemudian terpaksa harus putus kuliah di semester mendatang, yaitu semester dua. Lantaran, UKT yang begitu mahal. 

Mahasiswi prodi BKI, Fahriza asal Krian, Sidoarjo dengan dua bersaudara itu hendak putus kuliah di semester mendatang karena kedua orang tuanya tak mampu untuk membayar UKT sebab begitu mahalnya UKT di UINSA. 

"Iya jika UKT tidak turun mau bagaimana lagi mbak," ucapnya lemas. 

Ia hanya seorang putri yang memiliki keinginan kuat untuk kuliah dan lahir dari seorang ayah yang kini bekerja sebagai buruh pabrik dengan perolehan gaji  2,5 juta hingga 3 juta per bulan dan dengan seorang ibu yang menjadi ibu rumah tangga.

"Dengan UKT delapan juta sudah ampun sangat. Saya tidak ingin terus - menerus meminta ayah untuk membayar UKT karena kuliah lama dan dihantui UKT angka 8 juta itu sama halnya saya membunuh orang tua saya sendiri,” lirihnya. 

Dengan penuh harap bercampur sedih mahasiswi asal Sidoarjo tersebut begitu menaruh harapan pada kampus, agar UKT dapat turun dan Ia pun dapat kuliah.

"Boleh nangis mbak. Semoga UKT bisa turun. Sedih,"imbuhnya cemas.

Kendati demikian, DEMA FDK Zarkasih Arifin menyampaikan, mahalnya UKT adalah hal yang wajar, jika semua fasilitas dan kebutuhan selama menjadi mahasiswa di UINSA bisa tercukupi dan memadai. Sayangnya, fasilitas dan kebutuhan demikian hingga kini masih belum juga terlihat di UINSA.
(Ning)

12 comments:

  1. Miris sekali,dimana pendidikan yang menjadi hak setiap orang di negara ini harus hilang karena masalah uang.

    ReplyDelete
  2. Mohon maaf. Apakah si mbaknya sebelumnya tidak mengajukan bidikmisi atau sekiranya banding ukt ?

    ReplyDelete
  3. sedikit saran untuk mbk nya..
    banyak beasiswa yang masih menunggu mbk, insyaallah kalau kita benar" niat allah akan membantu jalannya proses menempuh ilmu..

    selamat berjuang mbk...

    ReplyDelete
  4. aku juga mau buat artikel tentang ukt ah di blogg ku

    ReplyDelete
  5. sebaiknya penulis, lebih memperhatikan etik moral pada mahsiswi tersebut. Masalah UKT sudah diberikan info diawal pertama kali masuk, sehingga yang bersangkutan bisa mengajukan banding sampai UKT yang terendah. jika hal ini tidak dilakukan, sebaiknya mengajukan beasiswa seperti bidik misi. Araita sebaiknya lebih bijak dalam menyampaikan datanya, sehingga tidak terkesan menghakimi, terlebih pada mahasiswi tersebut dengan menyebutkan nama dan prodinya. Yang seakan2 sdh tidak ada harapan lagi, padahal masih bisa usaha dengan semangat masing2. silakan didiskusikan kembali. salam agus santoso

    ReplyDelete
  6. Setelah aku cek & telusuri di Instagram, gayanya bak Selebgram si FF. coba cek ig nya (@fahrizafemenia_). Malu aku liat mahasiswi yang tdk konsekuen berkuliah di UINSBY, eh tetapi nggak inisiatif cari bantuan penunjuang untuk kuliah, baik dari segi ekonomi utamanya.

    Buat siapapun lah, baik mahasiswa, siswa, dan sebagainya. Enak tampil apa adanya daripada sok punya tapi nyatanya gak punya ��

    ReplyDelete
  7. Dalam dan diluar institusi juga banyak macam-macam beasiswa. Mengapa harus putus kuliah karena biaya? Jika sedari awal memiliki semangat kuliah yaaa tidak putus asa. Koreksi juga untuk penulis bahwa sebelumnya anda tidak menanyakan jalur apa yang ditempuh mbaknya. Terkadang manusiawi boleh tapi tidak boleh keluar dari radar realistis. banyak kok usaha yang bisa ditempuh untuk kuliah. Dan mohon tidak menggunakan pemilihan diksi yang buruk untuk institusi karena akan mengancam calon-calon mahasiswa selanjutnya. Terimakasih.

    ReplyDelete
  8. @yusufsuep bukan begitu bro caranya meneyelesaikan masalah, dan media sosial bukanlah patokan untuk melihat finansial seseorang, jangan melihat seseorang dari 1 sisi tapi lihatlah secara universal, syaa tidak mengenal siapa ff tapi saya ingin mrleluruskan pernyataan anda yang tidak mencerminmen seorang yang berpendidikan dan cenderung merendahkan orang lain

    ReplyDelete
  9. @yusufsuep bukan begitu bro caranya meneyelesaikan masalah, dan media sosial bukanlah patokan untuk melihat finansial seseorang, jangan melihat seseorang dari 1 sisi tapi lihatlah secara universal, syaa tidak mengenal siapa ff tapi saya ingin mrleluruskan pernyataan anda yang tidak mencerminmen seorang yang berpendidikan dan cenderung merendahkan orang lain

    ReplyDelete
  10. sebenarnya kalau kampus mau terbuka akan lebih baik. Dengan jumlah UKT yang dibayarkan , kira kira itu digunakan untuk apa saja .
    Kalau rinciannya jelas, dan didibeberkan , maka saya kira tidak ak lagi terjadi dugaan2 yang negatif .

    ReplyDelete