Adu Mulut di Media Sosial Ramaikan Pilpres 2019 Tahun Ini - Araaita.com

Breaking News

Tuesday, 19 February 2019

Adu Mulut di Media Sosial Ramaikan Pilpres 2019 Tahun Ini

Dok. Mojok.co

Apa yang terjadi pada Indonesia?

Kini #Pilpres2019 marak dibahas khalayak media, khususnya di tweet-tweet para pasukan pendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 1 dan 2.

Pemilihan Presiden 2019 adalah ajang dimana pertarungan antara hidup dan mati Negara Indonesia, kedua capres dan cawapres terpilih baik Jokowi-Ma’ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno selalu akan mencoba mengerahkan berbagai kekuatan pertahanan demi kiprahnya pada dunia perpolitikan di Indonesia. Siapa yang menang dan siapa yang kalah nantinya, salah satu dari mereka akan tersingkir.

Ajang pilpres 2019 kini semakin dekat pada pelaksanaan pesta demokrasi. Adu serang antar kubu pun mulai kelihatan, terpampang nyata saat debat mulai tersaji di beberapa media. Kedua paslon saling baku hantam pendapat, serta mengutarakan segala data yang dilontarkan. Sehingga generasi milenial perlu mengkaji ulang ketika mendengar cuitan-cuitan dari berbagai sumber media yang ada.

Kedua capres, baik Jokowi maupun Prabowo, akan mengerahkan segala kemampuan yang mereka miliki. Ini tentang pertempuran hidup dan mati. Kemartabatan menjadi pemicu utama demi saling berlomba memajukan Indonesia yang tentram, damai, dan sentosa.

Meskipun demikian, paslon capres-cawapres 2019 kali ini harus diimbangi dengan pertarungan yang sehat. Ini sangat penting, agar nantinya akan lahir pemimpin yang benar-benar dikehendaki rakyat. Bukan pemimpin hasil dari manipulasi dan menipu suara rakyat dengan berbagai buaian-buaian yang terlontar secara cuma-cuma. Hilangkan hoax di setiap lontaran yang ada, untuk memastikan bahwa segala data yang tersampaikan tidak menjadi bahan olok-olokan warganet di Indonesia.

Khususnya di era milenial kali ini, justru pemilu semakin menembak pada generasi muda sampai remaja yang kadang masih buta dalam hal-hal berbau politik.

Bahkan terdapat pernyataan bahwa di media sosial itu yang dicari hanyalah pembenaran publik, bukan kebenaran. Lalu sudah sejauh mana para penikmat media sosial memanfaatkan momen pilpres sebagai wadah saling serang dan berkomentar? Saat ini berbagai bentuk kampanye dilakukan demi kemaslahatan perpolitikannya. Yang paling sering kita lihat adalah kampanye hitam, yang diwarnai dengan cara-cara dan trik yang kotor. Seperti halnya saling melontarkan komentar negatif, tidak hanya lempar komentar, mengumbar caci maki dan hoax semakin membuat gaduh media sosial, yang didalamnya terdapat penyangkalan terhadap kebenaran yang ada.

Isu-isu yang dilontarkan itu dimaksudkan untuk merusak karakter lawan tanpa adanya kebenaran fakta yang jelas. Perang di media sosial bahkan menjadi dampak yang dapat dirasakan di dunia nyata. Isu-isu negatif sering digunakan untuk mengundang daya tarik publikasi media, untuk melakukan beberapa serangan politik terhadap lawan.

Selain itu, banyak sekali tagar-tagar yang ikut meramaikan media sosial. Berbagai cibiran mewarnai pelaksanaan pemilihan presiden yang akan digelar tahun ini. Ada pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno. Perselisihan paslon capres dan cawapres saat ini sudah terlihat jelas di sosial media. Bahkan jauh sebelum ditetapkannya paslon, perang tagar sudah terjadi. Ada tagar #2019GantiPresiden dan juga #2019TetapJokowi. Bahkan ramai terwujud di dunia nyata.

Pilpres 2019 bukan hanya arena pertempuran bagi paslon Capres-Cawapres di media sosial saja, melainkan terpampang nyata juga di kehidupan nyata. Selain itu akan menjadi pertaruhan moral dan demokrasi bagi bangsa ini. Baik buruknya aksi politik kedua belah pihak, akan dirasakan masyarakat sebagai sejarah bagi bangsa ini di masa depan. (Di/Dim)

No comments:

Post a Comment