Meski belum Merata, UINSA mulai Ikuti Aturan tentang Disabilitas - Araaita.com

Breaking News

Tuesday, 19 February 2019

Meski belum Merata, UINSA mulai Ikuti Aturan tentang Disabilitas

Ilustrasi Dede/Arta

Araaita.com - Mengacu pada Undang-undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2016 Tentang Penyandang Disabilitas, instansi pendidikan termasuk perguruan tinggi harus memberikan jaminan sepenuhnya kepada difabel dalam memeroleh pendidikan seperti halnya orang lain tanpa disabilitas. Hal tersebut dilakukan agar para penyandang disabilitas terhindar dari segala bentuk ketidakadilan, kekerasan, dan diskriminasi.

Seperti yang dilansir mitrawacana.or.id (16/6/16), terbitnya UU tersebut adalah sebagai hak penyandang disabilitas baik hak ekonomi, politik, sosial maupun budaya.

Yusuf, Bagian Umum mengatakan bahwa fasilitas atau penyediaan layanan untuk penyandang disabilitas di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya masih belum bisa merata. Karena pada awalnya, pembangunan gedung-gedung lama belum ada perencanaan membangun fasilitas bagi penyandang disabilitas.

Berbeda dengan gedung-gedung baru seperti Twin Tower, Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) yang dari awal pembangunannya sudah ada anggaran untuk membangun fasilitas tersebut.

"Kalau di gedung lama sifatnya memperbaiki dan butuh anggaran tambahan. Jadi bertahap, tidak bisa serentak," ungkap Yusuf saat ditemui di Gedung Twin Tower A Lantai 6.

Yusuf mengatakan untuk sekarang akan fokus ke tempat umum terlebih dahulu untuk dibangun fasilitas bagi penyandang disabilitas mengikuti aturan perundang-undangan sesuai dengan perintah pimpinan. Setelah membangun di sekitar Masjid Ulul Albab, lalu akan dilanjutkan ke Auditorium dan ke tempat-tempat umum lainnya di kampus.

"Belum ada rencana untuk semua fakultas, tapi akan kami usahakan sebaik mungkin sesuai aturan yang berlaku," tutupnya. (Dede)

No comments:

Post a Comment