Penipuan Berkedok Dosen, Dekan Himbau Mahasiswanya - Araaita.com

Breaking News

Wednesday, 27 February 2019

Penipuan Berkedok Dosen, Dekan Himbau Mahasiswanya


Dok. Araaita

Araaita.com - Lagi-lagi penipuan bekedok dosen kembali terjadi. Kali ini dengan modus berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. (20/2) seorang mahasiswa mendapat pesan singkat yang mengatasnamakan Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), Abd. Halim, dengan maksud mencari mahasiswa yang berjualan pulsa. Dilansir dari Araaita.com, pada bulan Mei tahun lalu, pernah terjadi pula penipuan dengan modus seminar gratis yang mencatut nama Rektor dan meminta nomer rekening mahasiswa.

Awalnya Hanna, salah satu Contact Person (CP) event yang akan diadakan di FDK, mendapat pesan singkat yang mengaku dekan dan bertanya nomor teman yang berjualan pulsa, karena buru-buru untuk kuliah Ia tidak memeriksa nomor tersebut dan langsung mengarahkan ke nomor temannya yang berjualan pulsa, meski Ia sempat ragu dengan nomor tersebut.

“Aku coba bilangin ke temen aku yang jualan pulsa, tapi orangnya minta dikirimi nomer temenku itu,” jelasnya.

Pesan itu kemudian berlanjut ke teman Hanna yang bernama Ria, Ia juga mengarahkan kepada temannya yang biasa berjualan pulsa karena Ia tidak memiliki saldo pulsa. Hanna menyatakan pesan itu berakhir Khasanah yang kebetulan memiliki saldo pulsa.

Screenshot pesan singkat korban


“Awalnya minta di isi 150.000, terus minta di isikan ke tiga nomer berbeda juga 150.000, jadi total semua 600.000,” tambah Hanna.

Malamnya Khasanah merasa ragu, kemudian Ia mencoba mengirim pesan via whatsapp ke Dekan terkait pulsa tersebut. Halim selaku Dekan menyangkal pernyataan tersebut dan meminta Khasanah menemuinya di ruang Dekan.

“Pas nemui Dekan, Khasanah juga bilang kalo yang bersangkutan ada aku dan Ria,” ujar mahasiswi  semester 4 itu.

Bukan hanya Khasanah yang merasa janggal, Ria juga merasakan hal yang sama. Ria mencoba melacak nomor tersebut di internet dan menemukan bahwa nomor tersebut telah mendapat banyak laporan dengan keluhan serupa, yakni meminta nomor teman yang berjualan pulsa.“ Laporan pertama sekitar bulan November tahun lalu, dan wilayah pelapornya itu kebanyakan di Surabaya,” jelasnya.

Selain Hanna, beberapa temannya yang menjadi CP juga mendapat pesan serupa. “Aku di chat temenku yang jadi CP, katanya dia juga dapet sms kayak gitu. Kayaknya yang dapet sms CP yang ada di pamflet,” ungkap Hanna.

Kejadian penipuan ini telah merugikan beberapa pihak, selain Khasanah yang rugi secara materi. Hal ini juga merugikan Halim yang namanya dicatut oleh penipu tersebut.

“Saya juga merasa dirugikan secara imateriil, karena bukan berupa uang tapi nama baik. Nama baik saya telah dicemarkan,” jelas laki-laki berkacamata itu.

Halim menyatakan bahwa ia akan melaporkan ke pihak kepolisian untuk melacak nomor tersebut.“ Saya sendiri akan konsultasi ke kawan di kepolisian, bisa tidak nomor itu dilacak,” ungkapnya.

Kepada kru Araaita.com, ketika diwawancarai pada (22/2) Halim menghimbau untuk para mahasiswa agar lebih waspada lagi terhadap nomor-nomor tak dikenal yang mengaku dosen atau orang penting lainnya, agar tidak terjadi hal serupa dan memakan korban.

“Oleh karena itu,  saya minta tolong sebarkan ke teman-teman atau mahasiswa, untuk konfirmasi kebenarannya terlebih dulu jika ada sms seperti itu lagi,” tambah Halim. (Lul)

No comments:

Post a Comment