Saling Gugat, Dekanat Percayakan pada Mahasiswa - Araaita.com

Breaking News

Wednesday, 27 February 2019

Saling Gugat, Dekanat Percayakan pada Mahasiswa

Dok. Araaita

Araaita.com - Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) menyelenggarakan Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) untuk periode 2019 pada Senin (25/2) lalu.

Namun ada yang janggal pada pemilu tersebut terkait beberapa persyaratannya. Bahkan ada seorang mahasiswa berinisial A yang menggugat dengan memberikan surat gugatan kepada Wakil Dekan (Wadek) III Bagian Kemahasiswaan. 

Mahasiswa semester 2 tersebut menuliskan beberapa hal pokok dalam gugatannya. Diantaranya terkait nilai IPK minimal, biaya pendaftaran yang ia katakan sebagai pungli, pembuatan partai yang mengusung, dan minimal jumlah KTM. Menurutnya, persyaratan KOPURWA mengenai 4 hal tersebut berbeda dan tumpang tindih dengan hasil Kongres Besar Mahasiswa Fakultas (KBMF) dan peraturan yang tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Direktur Jendral (Dirjen) Nomor 4691 Tahun 2016 tentang Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan (ORMAWA), pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI).

"Saya hanya menginginkan persyaratan dan semuanya tidak tumpang tindih," ungkapnya.




http://www.araaita.com/2019/02/tumpang-tindih-persyaratan-salah-satu.html?m=1

Meski membutuhkan waktu yang cukup lama, akhirnya KOPURWA menanggapi gugatan tersebut melalui selebaran berisi klarifikasi. Adi, Ketua KOPURWA menegaskan bahwa pihaknya sudah berjalan sesuai prosedur yang ada.

"Saya anggap dia (penggugat) tidak hadir (saat KBMF)," balasnya.



http://www.araaita.com/2019/02/kopurwa-berikan-klarifikasi-soal.html?m=1
Sementara itu, Agus Santoso, Wadek III tidak begitu mempermasalahkan gugatan tersebut. Ia hanya mempersilahkan mahasiswanya untuk saling berdiskusi. Mulai dari A (penggugat) sampai Demisioner DEMA. Ditunda atau dilanjutkannya pemilu tersebut ia serahkan sepenuhnya kepada mahasiswa.

"Yang penting jangan sampai ada konflik," paparnya. (Dede)

No comments:

Post a Comment