DEMA-U Tak Paparkan LPJ, KONGRES KBMU Selesai Dalam Hitungan Jam - Araaita.com

Breaking News

Wednesday, 13 March 2019

DEMA-U Tak Paparkan LPJ, KONGRES KBMU Selesai Dalam Hitungan Jam

Dok. Mahend/Araaita

Araaita.com - Senat Mahasiswa Universitas (SEMA-U) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya selenggarakan KONGRES KBMU bertemakan “Pergerakan Mengawal Kebijakan, Memperbaiki Keadaan” yang dijadwalkan akan usai selama dua hari,  ternyata tuntas dalam kurun waktu kurang dari 6 jam. 

Bertempat di aula Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) lt. 4 (11/03), Kongres KBMU yang mengundang perwakilan dari seluruh elemen civitas UINSA Surabaya ini, tidak memaparkan secara jelas laporan pertanggung jawaban (LPJ) dari kegiatan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA-U).

LPJ yang seharusnya diketahui oleh seluruh elemen civitas ini, tidak dipaparkan atau bahkan dipresentasikan saat KONGRES KBMU berlangsung.

Hal tersebut terjadi karena pada pasal 20 ayat 2 yang semula ditulis dengan jelas bahwa ‘ketua DEMA-U menyampaikan hasil laporan kinerjanya selama satu tahun kepada mahasiswa UINSA Surabaya dalam KONGRES KBMU’ dirubah. 

Perubahan ayat tersebut berbunyi ‘ketua DEMA-U menyampaikan hasil LPJ selama satu periode kepada Ketua SEMA-U’. Pada KONGRES KBMU sendiri, ketua SEMA-U tidak dapat menghadiri acara pada siang hari itu.

Menanggapi hal tersebut, ketua Senat Mahasiswa Universitas (SEMA-U), Ahmad , mengatakan DEMA-U sudah melaporkan pertangggungjawabannya pada hari saat KBMU berlangsung ketika diwawancarai kru Araaita.com via WhatsApp.

“Bukan tidak ada laporan, tapi laporannya langsung disampaikan kepada saya,” paparnya.

Berbeda dengan keterangan Ahmad, saat diwawancarai via WhatsApp, ketua DEMA-U Afif Ghulam Irfani mengaku belum tahu kapan ia bisa menyampaikan LPJ ke pihak SEMA-U. "Saya juga belum tau, kan yang menyelenggarakan dibawah wewenang SEMA-U," Ungkapnya. 
(Phi)

1 comment:

  1. perlu banyak perbaikan sih untuk DEMA-U dan juga SEMA-U, saya hanya akan menyoroti bagian LPJannya. Inti dari keresahan mahasiswa UINSA terhadap dema dan sema selama ini adalah kurangnya keterbukaan. Keterbukaan pada kegiatan yg akan, sedang, maupun sudah dilaksanakan. Lembar Pertanggung Jawaban yg notabenenya harus ada di forum seperti Musyawarah Besar apalagi mengatasnamakan seluruh civitas UINSA Surabaya memang sudah seharusnya dipaparkan karena seluruh civitas pun ingin mengetahui seberapa jauh kita atau DEMA-U sudah melangkah. Di dalam LPJ pun pada umumnya terdapat tinjauan dalam tantangan saat melaksanakan setiap program kerja yg sudah terlaksana agar di kepengurusan selanjutnya diharapkan dapat memahami kesulitan yg ada, lalu, apakah kepengurusan yg sekarang tidak menginginkan terciptanya sebuah keberlanjutan dari kegiatan-kegiatan yg telah dicapai? Bilamana dan semoga saja terdapat kegiatan yg dirasa berdampak baik bagi mahasiswa, rekan-rekan pramubakti, bahkan untuk kemajuan kampus sekalipun, apakah kepengurusan yg sekarang tidak ingin merekomendasikan acara tersebut kepada kepengurusan selanjutnya?

    semoga kedepannya seluruh elemen di dalam kampus Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya dapat terus mengambil hikmah dari apa yg telah kita capai bersama-sama dan melakukan sesuatu terkait permasalahan yg akan, sedang, maupun sudah kita hadapi bersama.

    sekian dari saya, kurang lebihnya mohon maaf, salam sejahtera bagi kita semua, wassalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.

    -mahasiswa semester kemarin sore

    ReplyDelete