Menelisik Kuliner Kampung di Kota Reog - Araaita.com

Breaking News

Sunday, 10 March 2019

Menelisik Kuliner Kampung di Kota Reog

Dok. Zidny/Araaita

Araaita.com - Dewasa ini muncul tren makanan ringan tradisional yang masih eksis hingga sekarang di Ponorogo. Salah satunya yaitu Telur Gulung, makanan yang hingga saat ini digemari oleh masyarakat dari berbagai macam kalangan di Ponorogo. Menurut Safira salah satu penikmat kuliner ini mengatakan, jika telur gulung merupakan jajanan favorit baik dirinya maupun teman-temannya, dengan rasa yang gurih dicampur saus pedas manis menambah cita rasa yang menggugah selera. 

Banyak pedagang telur gulung yang kini berjualan di sekitar kota Ponorogo, salah satunya Hariaman. Penjual telur gulung yang sudah berjualan sejak 2004 ini mengungkapkan jika jualannya kini menjadi tambah ramai. 

Banyak dari pembelinya yang rela antri hingga satu jam demi mendapatkan telur gulung racikan Hariaman. Bahkan nomer antriannya bisa dua kali putaran karena hanya sampai nomer 107. 

“Saya antrian nomer tiga mas, ini baru sampai antrian nomer 105, udah sejam mas nunggu,” ungkap Mayang, salah satu pembeli.

Hariaman juga menerima pesanan lewat whatsapp, namun hanya hari senin-jumat, jika sabtu dan minggu tidak menerima, karena pelanggan yang datang langsung membludak. 

“Kasian mas saya, bingung semua pada ngomong sendiri gak jelas, banyak juga yang pulang karena kesal antriannya diserobot,” tambah Hariaman.

Telur gulung milik Hariaman dilabeli dengan nama "Setia 17" dan memiliki empat menu varian, ada telur gulung biasa, spesial telur gulung, spesial telur gulung puyuh, dan spesial telur gulung golem, harga mulai dari 500-1000 rupiah per tusuk. Urul, istri Hariaman menjelaskan jika dagangan suaminya laku keras karena adanya menu yang beragam, beda dari yang lain. Salah satunya yang menjadi best seller adalah telur gulung golem (digulung-gulung gelem) isinya telur ayam, telur puyuh dan bihun.

Dalam sehari Hariaman beserta istrinya mampu menjual lebih dari 1000 tusuk telur gulung. menurut Urul, semenjak menetap berjualan di Jalan Suromenggolo, banyak pelanggan yang berdatangan menghampirinya, mulai dari anak sekolahan, hingga orang kantoran. 

Urul juga menjelaskan jika awalnya Hariaman berjualan sendiri dengan berkeliling ke beberapa sekolah dan tempat-tempat wisata sejak 2004. Lalu mulai awal 2018 Hariaman memilih untuk menetap di Jalan Suromenggolo (jl baru), tepatnya dipinggir jalan depan restoran Pondok Bambu. Selain tempatnya yang starategis, juga menghemat tenaga, dan mudah dicari orang. 
(Zid)

No comments:

Post a Comment