Sistem Anggaran Baru UKM/UKK Fakultas - Araaita.com

Breaking News

Wednesday, 13 March 2019

Sistem Anggaran Baru UKM/UKK Fakultas

Dok. Dede/Ara Aita

Araaita.com - Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Unit Kegiatan Khusus (UKK) yang berada di bawah naungan fakultas, kini berada dalam sistem struktural baru. Pasalnya, UKM/UKK yang sebelumnya tidak bergabung dalam struktur Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA), di tahun ini akan menjadi bagian dalam struktural Dema Fakultas.

Berubahnya posisi dalam struktural fakultas ini berdampak pada sistem anggaran UKM) dan UKK yang ada di fakultas. Di tahun sebelumnya UKM/UKK di fakultas langsung diserahkan kepada pihak fakultas. Namun di tahun ini, anggaran yang dirancang untuk pembiayaan kegiatan UKM/UKK fakultas harus diserahkan terlebih dahulu ke pihak Dema fakultas, yang selanjutnya diserahkan kepada pihak fakultas.

“Masing-masing itu nanti membuat anggaran sendiri, lalu diserahkan ke Dema, nah baru dari situ diberikan ke fakultas,” ujar Ali Ma’sum.

Anggaran untuk UKM/UKK fakultas dianggarkan oleh Dema, namun hal tersebut tidak akan mempengaruhi jumlah anggaran yang diberikan. Dengan menerapakan kebijakan tersebut diharapkan akan tercipta pola anggaran yang teratur. Meskipun dana yang diterima oleh UKM/UKK fakultas tidak sebesar dana yang diperoleh oleh UKM/UKK universitas.

“Jadi tidak ada anggaran sendiri untuk yang di tingkat fakultas, semua melalui Dema sema. Berbeda dengan UKM ukk universitas, itu sudah ada anggarannya sendiri,” kata Wakil Rektir (Warek) III itu.

Meskipun anggaran untuk UKM/UKK diatur oleh Dema fakultas, anggaran yang diberikan akan tetap sesuai dengan kebutuhan lembaga itu. Dema hanya menyampaikan anggaran yang diajukan UKM/UKK kepada pihak fakultas dan tidak akan mengurangi anggaran untuk UKM/UKK fakultas.

“Nanti Dema juga akan mengatur anggaran masing-masing, misalnya untuk musik, seni, pers, dll. Jika Dema membuat kegiatan, itu ada anggarannya sendiri dan tidak akan mengurangi milik UKM/UKK,” tegasnya.

Ali Ma’sum mengatakan jika ada UKM/ UKK yang menolak kebijakan tersebut dan memutuskan membentuk badan otonom sendiri, maka anggaran mereka bukan lagi tanggung jawab pihak fakultas dan otomatis mereka harus mencari anggarannya sendiri.

“Jika memaksa tidak ingin digabung bahkan sampai membentuk Badan Otonom sendiri, ya itu terserah, bagus malah. Mereka membuat anggaran sendiri, mencari dana sendiri, jadi fakultas tidak bertanggung jawab memberikan karena mereka gak mau diatur,” jelasnya. (Yosi)

1 comment: